3 Langkah Menghadapi Fitnah dari Kompetitor

P ersaingan dalam dunia bisnis merupakan persaingan yang berat. Saking beratnya tak sedikit pengusaha yang memilih menggunakan cara kotor demi memenangkan kompetisi yang sedang berlangsung. Salah satu cara kotor yang biasa dilakukan oleh pihak kompetitor ini untuk menjatuhkan usaha Anda ialah dengan menyebarkan fitnah. Misalnya dengan mengatakan kepada konsumen bahwa produk Anda mengandung zat yang berbahaya atau zat yang haram untuk dikonsumsi. Tuduhan yang jelas tidak benar tersebut tentu dapat membuat usaha Anda dipandang jelek oleh para konsumen sehingga produk Anda menjadi jarang dipilih. Jika Anda pernah atau sedang mengalami masalah semacam ini, bagaimanakah cara mengatasinya?

Jangan terpancing dengan balik memfitnah.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan dalam menghadapi fitnahan ini ialah jangan terpancing dengan balik melakukan pemfitnahan terhadap kompetitor. Jika Anda memilih untuk melakukan hal ini tentu Anda tak ada bedanya dengan pengusaha kotor tersebut. Lagipula langkah memfitnah balik jelas akan merugikan Anda sebab dapat membuat konsumen yang mungkin telah berempati kepada Anda menjadi tidak simpatik lagi.

Satu-satunya langkah yang perlu kita lakukan ketika pertama kali difitnah ialah menjawab tuduhan kotor tersebut dengan memberikan pelayanan dan kualitas produk yang lebih baik lagi kepada para konsumen kita. Cara ini akan menarik perasaan simpati dari para konsumen sehingga mereka cenderung akan bertahan pada produk kita sekalipun gelombang fitnah terus menyebar.

Lakukan somasi

Apabila fitnah yang ada semakin menjadi-jadi dan Anda sudah merasa benar-benar terganggu maka tak ada salahnya apabila Anda melakukan somasi kepada penyebar fitnah tersebut. Somasi adalah sebuah teguran terhadap pihak yang menjadi calon tergugat pada proses hukum. Somasi dapat Anda kirimkan dengan bantuan penasihat hukum. Dengan adanya somasi ini Anda menunjukkan bahwa Anda sudah merasa terganggu dan Anda siap untuk berhadapan dengan pihak tersebut di pengadilan apabila ia masih melakukan penyebaran fitnah.

Mengadukan ke kepolisian

Apabila somasi yang Anda kirimkan tidak ditanggapi dengan baik maka cara terakhir yang bisa Anda lakukan ialah mengadukan tindakan tersebut kepada pihak kepolisian. Sebenarnya tanpa melakukan somasi Anda sudah bisa membawa perkara ini ke kepolisian. Akan tetapi adanya somasi jelas akan semakin menguatkan posisi Anda dan dapat membuat pemfitnah tersebut mendapatkan sanksi yang lebih berat.

Tindakan pemfitnahan seperti contoh kasus diatas termasuk kedalam tindak kampanye negatif yang tergolong kedalam pelanggaran hukum. Tindakan ini melanggar pasa 310 dan 318 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Hal yang perlu diingat ialah proses pengadilan biasanya memakan waktu dan tahapan yang cukup panjang. Oleh karena itu Anda perlu mempersiapkan mental Anda untuk menjalani keseluruhan proses yang ada, mulai dari rangakaian pemeriksaan hingga sidang-sidang pemutusan perkara.