6 Hal yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Mengajukan Klaim Asuransi

B eberapa orang sering mengeluh karena pengajuan klaim asuransi harus ditempuh dengan mekanisme yang berbelit-belit, waktu yang relatif lama dan tak kunjung selesai. Memang tidak semua perusahaan asuransi punya kemampuan yang sama baik dalam hal ini. Akan tetapi Anda tetap perlu memperhatikan beberapa hal teknis yang mungkin saja menjadi kendala dalam urusan klaim asuransi ini. Siapa tahu bukan masalah perusahaan asuransinya yang lambat mengurus akan tetapi Anda yang kurang memahami seluk beluk program yang Anda ikuti. Tanpa berbelit-belit berikut 6 hal yang perlu Anda perhatikan dalam pengajuan klaim asuransi.

 

  1. Apakah Anda memiliki bukti?

Klaim asuransi hanya dapat dikabulkan apabila terdapat bukti yang cukup memadai untuk memenuhi persyaratan administrasi yang ada. Sebagai contoh untuk klaim asuransi jiwa tentu dibutuhkan surat kematian. Begitupun klaim asuransi kerugian yang harus disertai surat lapor kehilangan dari polisi. Maka dari itu sebelum Anda mengajukan klaim pastikan dulu bukti yang ada sudah Anda siapkan dengan baik dan lengkap.

  1. Sudahkah Anda mengisi blangko isian?

Tidak sedikit orang yang meminta klaim asuransi hanya melalui telepon. Hal ini tentu dapat membuat klaim tersebut lama diproses. Beberapa perusahaan asuransi bahkan tidak mau melayani klaim via telepon. Satu-satunya cara klaim yang baik dan benar ialah dengan mengisi blangko isian yang telah disediakan. Pengisian blangko ini tentunya harus dilakukan dengan jujur sebab ketidakjujuran dalam pengisian blangko dapat menyeret Anda ke ranah hukuman pidana.

  1. Jangan-jangan sudah lewat jangka waktu!

Setiap asuransi tentu memiliki jangka waktu tertentu. Klaim yang diajukan setelah melewati jangka waktu asuransi tentu tidak dapat diproses apalagi dikabulkan. Silakan perhatikan kembali jangka waktu asuransi Anda sebelum Anda menghubungi pihak penyedia asuransi untuk mengajukan klaim. Jangka waktu ini bervariasi mulai dari 3 bulan, 1 tahun bahkan sampai akhir hayat bergantung pada jenis asuransi yang diikuti.

  1. Perhatikan klausul pengecualian!

Hal inilah yang sering diabaikan oleh para peserta program asuransi. Dalam bundle persyaratan atau pendaftaran program asuransi pasti disertakan klausul pengecualian. Klausul ini memuat hal-hal yang tidak bisa diasuransikan karena memang bukan termasuk bagian dari program asuransi yang diambil. Jadi apabila hal yang ingin Anda klaim termasuk kedalam klausul pengecualian ini maka pihak asuransi tidak akan menanggapi klaim Anda meskipun Anda telah meminta berkali-kali.

  1. Klaim tidak selalu berbentuk uang, lho!

Kita memang telah membayarkan sejumlah uang (premi) di awal keikutsertaan program asuransi. Namun hal tersebut bukan berarti setiap klaim yang diajukan harus diberikan dalam bentuk uang juga. Beberapa asuransi mengganti kerugian yang dialami oleh pesertanya tidak dengan memberikan sejumlah uang tertentu melainkan dengan memberikan barang sejenis dan memiliki nilai yang sama. Anda bisa menghubungi perusahaan asuransi yang Anda ikuti untuk info lebih lanjut tentang hal ini.

  1. Hal khusus dalam asuransi jiwa.

Adapun dalam masalah klaim asuransi jiwa, pembayaran kerugian memang tidak didasarkan pada prinsip penggantian seimbang layaknya asuransi biasa. Jadi jangan mengharapkan adanya penggantian uang yang sangat besar dalam klaim asuransi jiwa. Oleh karena itu pada setiap awal kesepakatan program asuransi jiwa haruslah dibahas tentang besar uang penggantian maksimum yang memang bisa diberikan oleh pihak penyedia asuransi.