Arti Bursa Serta Sanksi-Sanksi Menurut Legislasi

D alam setiap perputaran uang dan modal yang dilakukan perusahaan, mencakup penanaman modal dalam usaha anda, pasti tak lumrah mendengar istilah bursa. Apa pengertian dari bursa? Lalu, bagaimana bursa diatur dalam regulasi dan legislasi perundang-undangan yang berlaku di Indonesia? Serta apa saja sanksi-sanksi yang diberikan menurut undang-undang bursa dalam hukum perdagangan di Indonesia?

Pada kali ini hukum123 akan mengulas tentang pengertian sebuah bursa, legislasi yang mengatur, serta sanksi yang terdapat dalam perundang-undangan apabila anda melanggarnya. Berikut ulasanya sebagai berikut.

Bursa dalam pengertiannya menurut Molengraff adalah sebuah persekutuan atau firma. Berasal dari kata Belgia “beurs” yang artinya adalah bursa. Bursa perusahaan artinya adalah tempat semacam pasar, dimana para pengusaha berkumpul untuk mengadakan berbagai transaksi perusahaan mengacu pada ukuran-ukuran standar perjanjian dan transaksi yang dibuat.

Bursa sebuah perusahaan diatur dalam Kita Undang-undang Hukum Perdagangan (KUHD), Bab IV, pasal 59 sampai dengan pasal 61. Menurut pasal 59 KUHD, bursa perusahaan adalah tempat pertemuan para pedagang,  makelar, dan orang-orang lain yang termasuk dalam golongan pengusaha. Pertemuan tersebut diadakan atas keputusan Menteri Keuangan (Menkeu). Dalam artian pasal ini memberikan arti bahwa bursa adalah tempat atau gedung untuk mengadakan berbagai macam transaksi antar pengusaha.

Dari hasil pertemuan di bursa tersebut dapat ditetapkannya harga barang-barang perusahaan, premi-premi pertanggungan, upah mengangkut barang usaha (lewat jalur laut, udara, atau darat), dan harga obligasi (hutang atau pembayaran transaksi dalam perjanjian usaha) dalam dan luar negeri. Hal tersebut haruslah diumumkan sesuai yang tercantum dalam pasal 60 KUHD.

Waktu dimulai dan berakhirnya bursa haruslah diatur secara khusus. Sebuah bursa didirikan guna kepentingan perusahaan atau juga guna kepentingan beberapa cabang-cabang dari perusahaan, misal: bursa efek, bursa valuta asing, bursa uang, emas atau yang lainnya. Di Indonesia, bursa terbesar terletak di Jakarta. Bursa ini adalah sebuah bursa uang dan efek. Hal – hal tersebut yang perlu patut anda ketahui diatur dalam legislasi, yakni UU No. 15 Tahun 1952 Tentang Bursa.

Kepentingan penanaman modal dan penjualan efek-efek diperhatikan oleh Pemerintah lewat perundang-undangan yang diatur oleh regulasi Menkeu (UU No. 15 tahun 1952). Dalam UU bursa tersebut diadakannya sanksi-sanksi perdata dan pidana, yaitu:

  1. Dalam pasal 6 mengancam pembatalan terhadap semua perjanjian atau peraturan yang bertentangan dengan ketetapan dari regulasi pelaksanaan yang dilakukan oleh Menkeu dalam UU No. 15 tahun 1952 Tentang Bursa.
  2. Dalam pasal 7 memuat ancaman mengenai kejahatan yang apabila dilakukan tak sesuai dengan yang dimaksud dalam pasl 6. Jika terdapat kesengajaan dalam melanggar hal-hal itu dapat dikenakan hukuman kurungan paling lama 1 tahun atau sanksi denda paling besar Rp. 50.000,00 serta apabila terdapat unsur kelalaian dapat diancam hukuman kurungan paling lama 6 bulan kurungan penjara dan sanksi denda paling besar Rp. 100.000,00

Dengan mematuhi regulasi dan perundang-undangan yang mengikat dalam mekanisme mengadakan sebuah pertemuan atau perjanjian dalam bursa, dipastikan anda dapat mencermati hal-hal itu tanpa harus melanggar sanksi-sanksi yang ada. Dengan kata lain, anda sebagai seorang pengusaha haruslah mengerti betul tentang aturan-aturan yang ada mengenai sebuah bursa yang diatur dalam legislasi yang mengikat dan diatur oleh pemerintah.

(AH)