Banding Atas Surat Tagihan Pajak

P ajak merupakan sumber penghasilan negara yang wajib dibayarkan oleh setiap warga negara yang telah menjadi wajib pajak. Bahkan badan usaha juga dikenakan pajak atas usaha yang dilakukannya. Oleh karena itu besaran pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah wajib kita penuhi tepat waktu sebelum kita terkena sanksi karena lalai dalam pembayaran pajak.

Namun adakalanya tagihan pajak yang kita terima tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Ketidakesesuaian ini dapat berupa kesalahan kecil seperti kesalahan penulisan nama dan alamat atau bahkan berupa kesalahan fatal seperti kesalahan penghitungan jumlah tagihan. Bila Anda mengalami hal semacam ini tentu Anda tidak boleh diam saja. Anda harus melakukan perbaikan atau melakukan banding terhadap tagihan tersebut.

Mekanisme banding terhadap tagihan pajak secara detil diatur dalam Undang-undang Nomor 14 tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak. Sebelum mengajukan banding ada baiknya Anda memahami ketentuan-ketentuan seputar banding sebagai berikut.

  1. Harus diajukan dalam jangka waktu tiga bulan sejak tanggal diterimanya tagihan pajak tersebut. Lewat dari rentang waktu tiga bulan biasanya Badan Peradilan Pajak tidak akan menggubris banding yang kita layangkan. Pengecualian memang bisa didapatkan apabila Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa dalam jangka waktu tersebut ia tidak dapat memenuhi kewajibannya karena berada dalam keadaan di luar kekuasaannya.
  2. Terhadap satu keputusan hanya bisa diajukan satu surat banding. Oleh karena itu tidak perlu membuat dua atau lebih surat banding untuk satu keputusan atau menggabungkan beberapa putusan dalam satu surat banding. Kelalaian semacam ini juga dapat membuat banding Anda tidak digubris oleh Badan Peradilan Pajak.
  3. Memberikan alasan yang jelas dan bisa diterima serta tanggal terima surat keputusan yang dibanding. Apabila terdapat kesalahan pada nama misalnya maka Anda juga bisa menyertakan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Apabila terdapat kesalahan penghitungan jumlah tagihan maka Anda dapat menjelaskan secara singkat perhitungan yang seharusnya dalam surat banding tersebut atau dalam lampiran khusus.
  4. Sertakan salinan surat putusan yang dibanding dalam lampiran surat banding. Salinan ini penting untuk mempermudah dan meyakinkan pihak penerima banding dalam melihat kesalahan yang terjadi.
  5. Banding hanya dapat diajukan apabila besarnya jumlah pajak yang terutang telah dibayar sebesar 50% dari yang tertulis pada surat putusan tagihan. Hal ini ditandai dengan adanya bukti pembayaran baik berupa surat setoran pajak atau surat pemindahbukuan yang dilampirkan pada surat banding.

Pengadilan pajak nantinya harus menetapkan suatu putusan terkait tagihan Anda paling lambat 12 bulan semenjak surat banding tersebut diterima. Nantinya pengadilan dapat memiliki 3 opsi, yakni mengabulkan keseluruhan, mengabulkan sebagian, atau menolak banding. Dalam kasus kesalahan pada surat tagihan pajak semestinya pengadilan mengabulkan seluruh banding yang Anda berikan. Akan tetapi jika putusan yang diberikan adalah penolakan atau pengabulan sebagian maka Anda dapat menempuh jalur peninjauan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.