Berbisnis dengan Perusahaan yang Dipailitkan

S eorang kawan pernah melakukan bisnis jual beli dengan sebuah perusahaan. Akan tetapi ditengah proses bisnis berlangsung perusahaan klien tersebut dipailitkan. Pernahkah Anda melihat atau bahkan mengalami peristiwa seperti ini?

Sebelum melangkah lebih jauh mari kita bahas sedikit tentang pailit itu sendiri. Pailit adalah suatu proses yang bisa ditempuh saat sebuah perusahaan mengalami kesulitan dalam membayarkan kewajibannya. Dengan kata lain perusahaan tersebut sudah tidak mampu membayar hutang-hutang yang ia miliki hingga para pemilik piutang menempuh jalan tertentu untuk mendapatkan haknya kembali lewat peraturan perundangan yang berlaku.

Sepintas kasus ini terlihat jarang terjadi. Akan tetapi kenyataannya hal ini memang kerap terjadi dalam dunia bisnis. Penyebab utama dari kasus ini adalah kurang terbukanya suatu pihak terhadap kondisi perusahaannya saat akan memulai suatu kontrak bisnis. Memang terdapat kecenderungan untuk menutupi kekurangan pada perusahaan supaya bisnis dapat berjalan dengan lancar, namun tetap saja hal-hal tersebut perlu untuk dikomunikasikan. Terutama hal-hal yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi pihak lain dikemudian hari seperti kasus pailit ini.

Kasus klien bisnis dipailitkan ditengah proses bisnis merupakan kasus perdata. Oleh karena itu mekanisme penyelesaiannya pun harus melalui mekanisme hukum perdata dan tidak bisa melalui mekanisme hukum pidana. Artinya bahwa Anda tidak bisa serta merta menggugat pihak tersebut ke pengadilan untuk dikenakan hukuman denda atau pidana tanpa terlebih dahulu menempuh mekanisme perdata.

Mekanisme perdata yang bisa Anda tempuh dalam kasus ini ialah menuntut pihak kurator untuk menangai masalah pemailitan tersebut. Kurator disini berarti pihak yang ditunjuk oleh pengadilan untuk mengurus dan membereskan harta debitor pailit dibawah pengawasan Hakim Pengawas. Cara yang dilakukan dengan berdasar pada pasal 26 UU Nomor 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ini merupakan cara terbaik untuk mendapatkan hak Anda yang belum terpenuhi oleh perusahaan yang dipailitkan tersebut.

Nantinya pihak kurator-lah yang akan memaksa perusahaan yang telah dipailitkan itu untuk memenuhi kewajibannya kepada Anda. Pihak kurator bahkan bisa Anda jadikan penjamin agar perusahaan yang bersangkutan mau memenuhi kewajibannya kepada Anda (sesuai pasal 36 UU Nomor 37 tahun 2004). Oleh karena itu Anda tinggal berhubungan dengan pihak kurator tanpa perlu menagih kepada perusahaan tersebut secara langsung.

Adapun jika perusahaan tersebut tetap tidak mau memenuhi kewajibannya hingga pihak kurator akhirnya memilih untuk melepas tanggung jawab, maka Anda dapat mengajukan permohonan ke Hakim Pengawas untuk menjadi kreditor konkuren. Kreditor konkuren adalah kreditor yang tidak memiliki hak jaminan/agunan atas harta debitor (perusahaan yang dipailitkan) sebagai jaminan pelunasan utang. Dengan menjadi kreditur konkuren ini maka Anda memiliki kekuatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan hak Anda dari perusahaan tersebut ketika perusahaan yang bersangkutan telah memiliki kas kembali.