Bidang Usaha E-Commerce Dalam Bisnis

K ita tak bisa memungkiri transaksi jual-beli lewat jalur online lebih dinikmati hampir seluruh masyarakat Indonesia. Dalam beberapa minggu atau bulan pasti kalian pernah membeli suatu barang lewat internet, apalagi dengan kalian yang sangat gemar belanja keperluan apapun via online. Anda pun tak dapat menahan laju mainset belanja yang dahulu dilakukan secara langsung datang ke pusat perbelanjaan atau pasar, sekarang tinggal hanya dengan beberapa sentuhan semua bisa terbeli.

Di zaman ini, revolusi degital telah menciptakan kekuatan ekonomi baru yang salah satunya ialah ekonomi berbasis internet. Meningkatnya penetrasi penggunaan ponsel pintar, canggihnya perangkat, beragam aplikasi belanja online, dan koneksi data yang handal menjadi penyebab di balik mengguritanya ekonomi berbasis digital.

Sektor e-Commerce telah berlari kencang dari tahun ke tahun sejak meledaknya penjualan dan pemakaian konsumtif ponsel pintar. Sesuai sumber data dari Kemenkominfo di periode tahun 2014 saja nilai transaksi e-Commerce di tanah air mencapai US$12 miliar. Lalu menurut data dari Lembaga kajian ekonomi Center of Reform on Economics Indonesia, nilai perdagangan e-Commerce di tahun 2016 mencapai US$ 24,6 miliar atau kurang lebih setara dengan 319,8 triliun rupiah.

Melihat dengan fakta pesatnya pertumbuhan e-Commerce, regulasi tentang hal tersebut telah banyak diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pengaturan e-Commerce itu memberikan kepastian dan pemahaman mengenai apa yang dimaksud dengan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), memberikan perlindungan kepastian kepada pedagang juga konsumen dalam melakukan kegiatan perdagangan melalui internet atau via online.

Data informasi dalam PMSE bertujuan untuk memuat identitas dan legalitas pelaku usaha sebagai produsen atau pelaku usaha distribusi, persyaratan teknis Barang yang ditawarkan, persyaratan teknis atau kualifikasi Jasa yang ditawarkan, harga dan cara pembayaran Barang dan atau Jasa, dan cara penyerahan Barang. Dalam UU Perdagangan diatur bahwa setiap pelaku usaha yang memperdagangkan Barang/Jasa memakai sistem elektronik atau online wajib menyediakan data informasi secara lengkap dan benar. Setiap pelaku usaha pun dilarang memperdagangkan bila data informasinya tak sesuai dengan menggunakan sistem tersebut. Ditambah dengan harus sepenuhnya memenuhi regulasi yang diatur dalam UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

PMSE diartikan dalam UU Perdangangan sebagai perdagangan yang transaksinya dilakukan melalui serangkaian perangkat prosedur elektronik. Jenis pelaku usaha PMSE meliputi pedagang yang menggunakan strategi penjualan secara online (merchant)  dan Penyelenggara Perdagangan Secara Elektronik (PPSE). PPSE terdiri dari penyelenggara komunikasi elektronik, iklan elektronik, penawaran elektronik, penyelenggara sistem aplikasi transaksi elektronik, Penyelengara jasa dan sistem aplikasi pembayaran secara online.

Bagi anda yang bergerak di bidang ekonomi e-Commerce wajib melakukan pendaftaran dan memenuhi ketentuan teknis dari instansi yang terkait. Setiap pedagang harus memiliki etika bisnis serta dilarang mewajibkan konsumen untuk membayar produk yang dikirim tanpa adanya kesepakatan terlebih dahulu . Informasi atau dokumen elektronik memiliki nilai kekuatan hukum yang sama dengan akta otentik serta dapat dipakai sebagai alat bukti kesepakatan jual-beli.

(AH)