Bolehkah Mengubah Bentuk Bangunan yang Sudah Disewa?

D alam hal sewa-menyewa, pemilik bangunan sering dibuat jengkel karena pihak penyewa seringkali membuat pengubahan pada bentuk bangunan yang disewakan. Pengubahan bentuk ini sangat bervariasi. Ada yang mengubah sedikit bagian tetapi tak sedikit yang pula yang mengubah hampir sebagian besar dari bentuk bangunan tersebut. Apalagi jika pihak penyewa memang menyewa tempat tersebut sebagai lokasi usaha. Pengubahan bentuk bangunan hampir pasti terjadi demi kesesuaian dengan konsep usaha yang ia inginkan.

Secara hukum bolehkah penyewa mengubah bentuk bangunan yang sudah ia sewa?

Jawabannya boleh. Alasannya sederhana yakni sampai saat ini belum ada peraturan tertulis di Indonesia yang mengatur masalah pengubahan bentuk bangunan oleh penyewa. Cobalah telusuri kitab hukum dan undang-undang yang berlaku di negara kita maka Anda tidak akan menemui perihal yang mengatur pengubahan bentuk bangunan ini.

Satu-satunya peraturan yang cukup berkaitan dengan masalah ini ialah pasal 1567 KUH Perdata. Dalam pasal tersebut tertulis:

“Pada waktu mengosongkan barang yang disewa, penyewa boleh membongkar dan membawa segala sesuatu yang dengan biaya sendiri telah dibuat pada barang yang disewa asal pembongkaran dan pembawaan itu dilakukan tanpa merusak barang yang disewa”

Pasal tersebut secara gamblang hanya mengatur pengambilan kembali atau pembongkaran aset pada aset yang dibuat oleh penyewa. Sama sekali tidak terdapat frasa yang melarang penyewa melakukan pengubahan bentuk bangunan. Justru pasal tersebut mengindikasikan bahwa penyewa memiliki hak untuk mengubah bentuk bangunan atau aset yang ia sewa asalkan tidak merusak barang sewaan tersebut. Maka dari itulah pengubahan barang atau bangunan sewaan sangat marak terjadi di masyarakat.

Akan tetapi sebagai pemilik tentu tidak menginginkan aset yang ia miliki diubah secara total. Ada bagian-bagian yang biasanya tidak ingin diubah agar kesan dan keaslian bangunan tersebut tetap terjaga. Pemilik semacam ini tentu akan merasa dirugikan jika tidak terdapat aturan hukum yang benar-benar mengatur hal pengubahan bentuk bangunan ini. Lantas bagaimanakah caranya melindungi keinginan dari pemilik semacam ini?

Disinilah pentingnya membuat klausul perjanjian secara detil (terperinci). Ingatlah bahwa semakin detil Anda membuat klausul perjanjian maka hal tersebut semakin bagus. Maka sisipkanlah klausul mengenai pengubahan bentuk bangunan pada klausul perjanjian tersebut. Sebagai pemilik, sepakatilah sedari awal tentang pengubahan-pengubahan yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan. Sebagai penyewa juga ada baiknya menanyakan hal ini di awal pembuatan klausul perjanjian agar nantinya pemilik tidak merasa dirugikan dengan pengubahan yang dilakukan. Jika perlu tambahkan juga aturan mengenai sanksi yang harus diterima apabila terjadi pelanggaran dikemudian hari. Adanya aturan semacam ini tentu akan membuat klausul perjanjian Anda memiliki kepastian hukum yang tegas sehingga dapat melindungi setiap pihak yang terlibat dari ancaman kerugian dimasa yang akan datang.