Bursa: Valuta Asing, Efek, dan Komoditi

T elah anda ketahui sebelumnya tentang bursa, yakni sebuah pasar modal atau tempat bertemunya para pengusaha untuk mengadakan transaksi dan perjanjian bisnis. Pasar biasanya diumpamakan berupa tempat terbuka dimana orang-orang menjalankan peniagaan atau perdagangan dari sebuah perusahaan.

Pada kali ini hukum123 mengulas tentang pengertian serta aturan dalam legislasi yang berlaku dari bermacam bursa, yaitu bursa valuta asing, bursa efek, dan bursa komoditi. Ulasannya adalah sebagai berikut :

Bursa Valuta Asing

Dalam bursa ini adalah tempat dimana berlangsungnya diperdagangkan “valuta asing” atau mata uang asing, misalnya U.S. Dollar, Yuan, Yen, Euro, Pounsterling, Dolar Australia, Dolar Singapore, dan lain-lain.

Bursa Efek-Efek

Dalam bursa ini tempat berlangsungnya diperdagangkan efek-efek, yakni surat berharga yang biasa diperdagangkan dalam sebuah bursa. Diantara surat berharga itu seperti saham, sertifikat, dan obligasi. Berikut adalah uraian mengenai macam-macam surat berharga yang diperdagangkan dalam bursa efek :

  1. Saham adalah surat bukti andil bagi persero pada sebuah perseoran terbatas (PT).
  2. Sertifikat adalah akta yang dibuat untuk tanda bukti mengenai adanya suatu peristiwa hukum tertentu. Terdapat 3 jenis sertifikat yang pada umumnya diketahui. Pertama, sertifikat deposito atau bank adalah surat bukti penerimaan uang kepada pembawa (to bearer) yang dikeluarkan oleh bank dengan sejumlah nominal uang untuk jangka waktu tertentu dengan mendapatkan bunga sebagai imbalannya. Kedua, sertifikat saham adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh sebuah PT bukan dari bank. Ketiga, sertifikat dana adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh sebuah PT, misalnya PT. Anda dengan dukungan suatu dana yang digelontorkan membeli banyak saham dari perusahaan-perusahaan “go public” yang bonavide. Sertifikat saham dan sertifikat dana dapat dijual-belikan dengan mudah karena dikeluarkan oleh “pembawa”.

Bursa Komoditi

Dalam bursa ini tejadi sebuah pedangangan beberapa jeni komoditi sumber daya alam, misalnya timah, emas, kopi, teh, karet alam, dan lain-lainnya. Bursa komoditi memiliki dasar hukum yang diatur dalam Kepres No. 80/1982 tentang Pendirian dan Pokok-Pokok Organisasi Bursa Komoditi dan PP No. 35 tahun 1982 tentang Bursa Komoditi.

Menurut Kepres No. 80/1982 bahwa terdapat 4 organisasi Bursa Komoditi, yaitu :

  1. Badan Pembina Bursa Komoditi. Diketuai oleh Menteri Perdagangan dan beranggotakan

atas beberapa Menteri (Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia, Menteri Perindustrian) dan Gubernur Bank Indonesia. Ketentuan ini diatur dalam pasal 3.

  1. Badan Pelaksana Bursa Komoditi. ketua organisasi ini diangkat oleh Presiden dan anggotanya diangkat serta dapat diberhentikan oleh Menteri Perdagangan. Ketentuan ini diatur dalam pasal 14.
  2. Panitia Pertimbangan Bursa Komoditi. Ketua dan para anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Perdagangan. Fungsi adanya organisasi ini untuk memberikan pertimbangan Badan Pelaksana Bursa Komoditi mengenai pelaksanaan bursa. Ketentuan ini diatur dalam pasal 16 dan 17.
  3. Badan Usaha Kliring dan Jaminan. Fungsi adanya organisasi ini untuk melaksanakan kliring dan jaminan penyelesaian keuangan dari tiap transaksi yang terjadi atau yang tercatat dalam bursa. Ketentuan ini diatur dalam pasal 18.

Regulasi kedua mengenai bursa komoditi adalah PP No. 35 tahun 1982. Peraturan ini berusaha untuk mewujudkan sistem pemasaran komoditi yang tertib dalam bentuk bursa. Adanya tujuan dalam bursa komoditi di Indonesia adalah untuk menunjang perniagaan komoditi secara tertib dan teratur sesuai dengan hukum yang berlaku mengikat. Bila hal itu tak terwujud, tentunya akan terjadi instabilisasi perekonomian negara yang cukup pelik dalam bentuk bursa di lingkup global.

 

(AH)