Cara Mencegah Kerugian Saat Franchisor Bangkrut

D unia bisnis adalah dunia yang penuh tantangan dan risiko. Hari ini kita bisa mendapatkan untung yang sangat besar. Tetapi di kemudian hari kita harus bersusah payah membayar kerugian atau bahkan hutang agar bisnis kita tidak bangkrut. Tidak ada jaminan 100% bahwa bisnis kita akan tetap berjalan dengan mulus tanpa rintangan. Mulai dari bisnis ekspor impor furniture hingga bisnis sembako eceran (retail) seluruhnya dapat mengalami fluktuasi semacam ini. Tak terkecuali bisnis waralaba (franchise). Justru beberapa orang menganggap bisnis waralaba ini memiliki risiko yang lebih tinggi sebab masyarakat cenderung cepat bosan apabila waralaba yang ada jarang memberikan inovasi-inovasi kreatif.

Oleh karena tingginya faktor risiko dalam suatu waralaba (franchise), maka segala bentuk kerugian yang mungkin terjadi di kemudian hari patut Anda antisipasi mulai sekarang. Jangan merasa bahwa Anda akan selalu mendapatkan keuntungan hanya karena Anda melihat franchisor lain selalu meraup untung yang tak sedikit dalam puluhan tahun. Layaknya bisnis pada umumnya, setiap franchise yang ada juga bersifat unik sehingga perjalanan franchise orang lain tentunya tidak akan sama dengan franchise milik Anda sendiri. Untuk itu sekali lagi ditekankan bahwa antisipasi kerugian atau bahkan kebangkrutan sangat perlu untuk dilakukan sejak dini.

Akan tetapi sebelum bicara mengenai cara mencegah kebangkrutan franchise, tentu ada baiknya kita juga mengenali faktor-faktor yang dapat menyebabkan suatu franchise menjadi bangkrut. Umumnya terdapat 2 faktor penyebab utama yang membuat suatu franchise mengalami kebangkrutan. Pertama ialah perselisihan yang terjadi diantara para pemilik franchise. Kasus yang cukup sering terjadi ini biasa diakibatkan oleh salah seorang pemilik yang mengambil tindakan tertentu tanpa meminta persetujuan dari pemilik lain padahal tindakan tersebut berdampak cukup besar bagi franchise yang mereka miliki. Sementara itu faktor penyebab yang kedua ialah kesalahan dalam pengelolaan. Biasanya kesalahan ini terjadi dalam bentuk kesalahan perhitungan keluar masuk uang dan kesalahan teknis pengelolaan franchise sehari-hari.

Kesalahan pengelolaan memang bersifat sangat teknis sehingga pencegahannya tentu hanya dapat dilakukan dengan menerapkan sistem baru yang mampu meminimalisir kesalahan apapun yang dapat terjadi. Adapun perselisihan antar pemilik franchise sangat mungkin untuk dihindari dengan membuat klausul khusus yang terperinci didalam perjanjian kepemilikan franchise Anda. Buatlah serangkaian klausul yang mampu mengakomodir kasus-kasus khusus yang mungkin terjadi pada franchise Anda. Misalnya klausul tentang solusi apabila terjadi kebangkrutan. Apakah kerugian akan ditanggung oleh pihak tertentu atau oleh seluruh pihak. Apakah aset para pemilik akan disita jika pemilik gagal melunasi hutang-hutang yang timbul pasca kebangkrutan. Aturan semacam ini perlu Anda buat dan sepakati di awal perjanjian dengan seluruh pemilik franchise yang ada. Semakin detil klausul yang Anda buat maka hal itu semakin bagus sebab Anda tidak akan dituntut untuk menanggung risiko yang sebelumnya tidak pernah Anda sepakati.