Cara Mengelola Hutang Kartu Kredit

K artu kredit merupakan alat pembayaran yang digemari oleh banyak orang di masa sekarang. Bagaimana tidak? Hanya dengan membawa sebuah kartu kita bisa melakukan transaksi tunai tanpa perlu repot membawa uang. Apalagi jika harus melakukan transaksi ketika sedang tidak memegang uang tunai. Keuntungan semacam ini jelas sangat membantu terutama bagi para pengusaha menengah keatas.

Namun adakalanya kondisi bisnis yang tidak menentu bisa membuat kita menjadi kesulitan membayar tagihan kartu kredit. Kalau sudah begini, bukannya menguntungkan hutang kartu kredit tersebut malah menjadi momok yang menyulitkan. Apalagi jika hutang tersebut sudah cukup lama tidak kita bayarkan. Pasti tanpa disadari hutang kartu kredit kita sudah menggunung. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kali ini Hukum123 akan memberikan tips-tips yang berisi cara mengelola hutang kartu kredit. Selengkapnya mari simak ulasan berikut.

Hitung penghasilan Anda sebelum memakai kartu kredit

Sebelum memutuskan diri untuk menggunakan kartu kredit, mutlak bagi Anda untuk menghitung besar penghasilan yang Anda miliki. Perhitungkan juga kemungkinan perkembangan bisnis di masa yang akan datang. Perkirakanlah kemungkinan kelesuan bisnis yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Apabila kondisi ini terjadi, masih mampukah Anda membayar tagihan kartu kredit nantinya? Jangan sampai Anda harus membuktikan kebenaran peribahasa “besar pasak daripada tiang”.

Selalu simpan struk pembayaran

Apabila Anda sudah menggunakan kartu kredit maka jangan pernah lupa untuk menyimpan struk pembayaran yang telah Anda lakukan. Struk ini berguna untuk mencocokkan riwayat transaksi Anda dengan besar tagihan yang harus Anda bayarkan nanti. Setelah membayar tagihan barulah Anda bisa membuang struk ini. Hal ini kelihatannya sepele tetapi cukup penting dan efektif untuk menghindari tagihan “siluman” yang tidak pernah Anda lakukan.

Lakukan konfirmasi apabila menemukan tagihan “siluman”

Apabila Anda menemukan ketidakcocokan antara tagihan yang harus Anda bayarkan dengan seluruh struk pembayaran yang Anda miliki maka Anda harus segera melakukan konfirmasi kepada pihak Bank. Akan sangat baik apabila Anda melakukan konfirmasi dengan mendatangi kantor cabang bank tersebut secara langsung sebab Anda bisa langsung memastikan langkah penyelesaian apa yang akan diambil oleh pihak Bank. Komplain lewat telepon memang bisa dilakukan tetapi umumnya akan memberikan tidak penyelesaian yang lebih lama. Jika perlu buatlah kesepakatan dalam bentuk surat terkait solusi penyelesaian masalah tagihan “siluman” tersebut.

Jangan membayar cicilan paling minimum

Dalam pembayaran tagihan kartu kredit, sebaiknya Anda tidak memilih pembayaran cicilan yang paling minimum. Alasannya tentu karena pembayaran dengan cicilan minimum pasti memiliki beban bunga yang paling besar biasanya mencapai 3,5%. Secara sepintas Anda akan melihat hal ini sebagai suatu kemudahan padahal jika dikalkulasi bunga per tahun yang akhirnya harus Anda bayarkan bisa sangat besar mencapai 40%.

Hindari belanja online dengan kartu kredit

Meskipun sistem pembayaran online dengan kartu kredit selalu mengalami pembaruan keamanan dari waktu ke waktu, baiknya pembayaran seperti ini tetap Anda hindari. Pasalnya peluang terbukanya informasi nomor kartu Anda kepada pihak yang tidak bertanggung jawab tetap besar. Gunakanlah alternatif pembayaran yang lain yang lebih aman dalam bertransaksi online seperti misalnya transfer bank.