Cara Mengembangkan Usaha dengan Tenaga Terbatas

S etiap orang yang memiliki usaha pasti ingin usahanya terus berkembang dari waktu ke waktu. Apalagi ketika usaha yang kita geluti mulai memperlihatkan kemajuan. Tentu kita ingin agar usaha ini cepat berkembang bahkan kalau bisa segera buka cabang. Akan tetapi sebagian besar orang justru mengalami kesulitan pada fase pengembangan usaha ini. Alasannya sederhana, tenaga yang tersedia sangat terbatas. Alih-alih ingin mengembangkan usaha, tenaga yang ada justru sudah habis duluan untuk menjalankan usaha sehari-hari.

Jika Anda mengalami masalah serupa, Hukum123 memiliki solusi untuk Anda. Solusi yang kami tawarkan ialah dengan cara menjadikan Anda seorang franchisor. Sebab dengan menjadi franchisor Anda dapat memberikan hak kepada pihak lain untuk memperdagangkan usaha yang Anda miliki. Anda tidak perlu terus-terusan memperdagangkan usaha Anda sebab sebagai pemiliki Anda cukup mengawasi cara kerja dari pihak yang menerima hak waralaba tersebut dari Anda. Anda hanya perlu memastikan bahwa kualitas barang dagangan Anda tetap terjamin dengan baik meskipun bukan Anda yang mengelola secara langsung.

Apabila Anda tertarik untuk menjadi seorang franchisor, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar usaha franchise Anda ini dapat berkembang dengan baik. Selengkapnya sebagai berikut.

Keunikan Usaha

Pastikan bahwa usaha Anda memiliki keunikan tersendiri dibandingkan usaha-usaha lain yang sudah ada. Apakah usaha Anda sudah cukup berbeda dengan usaha lain yang sejenis sehingga orang-orang dapat mengenali usaha Anda dengan mudah? Jika sudah maka orang lain akan lebih tertarik untuk membeli franchise Anda.

Pemberian Prospektus

Prospektus merupakan informasi dasar seputar waralaba yang perlu diketahui sebelum seseroang menjadi pemegang franchise. Pemberian prospektus wajib dilakukan sebelum kerjasama franchise diselenggarakan sebab perjanjian franchise hanya bisa dilaksanakan jika seluruh prospektus ini sudah disampaikan. Prospektus ini terdiri dari:

  1. Identitas Anda sebagai pemberi waralaba.
  2. Keterangan mengenai kegiatan usaha (termasuk neraca).
  3. Daftar rugi laba dari usaha tersebut selama setahun terakhir.
  4. Hak kekayaan intelektual (baik paten ataupun merek) yang disertai dengan dokumen pendukung.
  5. Persyaratan yang wajib dipenuhi oleh penerima franchise berikut biaya investasi yang perlu dibayarkan.
  6. Fasilitas yang bisa diberikan oleh Anda sebagai pemilik kepada pihak yang akan menerima franchise.
  7. Kejelasan hak dan kewajiban dari masing-masing pihak selama perjanjian kerjasama ini berlangsung.
  8. Surat keterangan legalitas usaha (apabila pemberi waralaba berasal dari luar negeri).
  9. Surat keterangan legalitas usaha (yang sudah dilegalisasi oleh pejabat pemerintahan setempat)
  10. Izin usaha dari Kementerian/instansi teknis terkait.

Jangka Waktu

Jangka waktu minimal yang diperbolehkan dalam pernjanjian franchise ini ialah sepuluh tahun. Apabila pemberi franchise memutuskan perjanjian dengan penerima franchise sebelum sepuluh tahun maka segala permasalahan yang terjadi perlu diselesaikan lewat kesepakatan bersama hingga tuntas.

Hal-hal diatas kami paparkan agar Anda tidak terkait permasalahan terkait franchise dikemudian hari. Semakin detail Anda memperhatikan hal-hal tersebut, maka franchise Anda juga akan menjadi semakin baik dan peluang Anda untuk terus mengembangkan usaha terbuka lebar.