Dua Cara Menghadapi Cek Palsu

S eiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, transaksi bisnis pun bisa semakin mudah untuk dilakukan. JIka dulu transaksi hanya bisa dilakukan dengan tatap muka langsung antara pihak pembeli dan penjual maka kini kita dapat menggunakan fasilitas pembayaran yang lebih modern seperti transfer bank, kartu kredit, dan cek. Cek merupakan selembar kertas yang berisi perintah pembayaran dari satu pihak ke pihak tertentu yang telah divalidasi oleh pihak Bank. Penerima cek nantinya dapat mencairkan cek tersebut untuk mendapatkan sejumlah uang sesuai nilai yang tertera didalam cek tersebut.

Bicara tentang cek, pernahkah Anda menerima cek palsu? Atau mungkin pernahkah Anda melihat orang disekeliling Anda menerima cek palsu? Jika pernah tentu hal ini sangat merugikan Anda. Oleh karena itulah kali ini Hukum123 akan menyajikan dua cara yang bisa Anda lakukan dalam menghadapi cek palsu (termasuk juga cek kosong). Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.

Negosiasi disertai Somasi

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi cek palsu adalah dengan melakukan negosiasi dengan pihak penerbit cek tersebut. Jangan lupa juga untuk menyertakan somasi atau pengingat dalam negosiasi tersebut semisal bahwa Anda dapat melaporkan pihak penerbit cek tersebut ke ranah pidana jika ia melakukan tindak penipuan dalam bentuk apapun di kemudian hari. Cara ini harus selalu Anda dahulukan karena lewat cara ini Anda bisa mendapatkan hak atas pembayaran cek tersebut.

Dalam negosiasi tentu diperlukan kemampuan agar hasil negosiasinya sesuai dengan yang kita inginkan. Oleh karena itu jika Anda merasa kurang yakin untuk melakukan negosiasi ini, Anda dapat meminta bantuan pihak lain untuk melakukan negosiasi tersebut dengan mengatasnamakan diri Anda. Apalagi jika pihak yang akan Anda hadapi adalah pihak yang memiliki kedudukan tertentu. Dalam hal ini sepertinya Anda membutuhkan bantuan advokat hukum yang sudah terbiasa menangani persoalan serupa.

Melaporkan ke Kepolisian

Apabila negosiasi tidak menghasilkan keputusan yang menguntungkan Anda, Anda dapat langsung membawa perkara tersebut kepada kepolisian. Serahkanlah cek palsu tersebut kepada kepolisian dilengkapi dengan bukti-bukti penunjang lain yang dapat menunjang. Dengan ini pihak penerbit cek palsu tersebut dapat dijerat dengan pasal 378 dan/atau pasal 263 KUHP dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

Hal yang perlu Anda ingat adalah membawa perkara ke meja hukum sebaiknya baru Anda tempuh setelah menemui kegagalan dalam negosiasi. Pasalnya tak ada jaminan bahwa proses pidana dapat mengembalikan hak keperdataan Anda untuk mendapatkan pembayaran sesuai isi cek tersebut. Bahkan sebelum pengadilan memberikan biasanya pelaku akan disarankan untuk menyelesaikan kewajiban pembayarannya terlebih dahulu untuk meringankan tuntutan pidana yang dibebankan kepada dirinya. Dari sini jelas bahwa hak pembayaran cek Anda secara umum lebih mudah dan lebih cepat untuk didapatkan melalui proses negosiasi. Hukuman penjara pada akhirnya hanya memberikan efek jera kepada pelaku tersebut agar ia tidak mengulangi perbuatannya dikemudian hari.