E-Business: Pengertian, Kategori dan Jenisnya

B agi anda yang sudah mendengar e-business mungkin sudah tidak lumrah dengan arti dari istilah tersebut. Namun bagi anda yang jarang atau baru mendengar istilah ini mungkin masih agak gamang dalam definisi pengertiannya.

Apa itu e-business dan fungsinya? Apa saja macam kategori dan jenis-jenis dalam e-business?. Pada kali ini hukum123 memberikan ulasan seputar e-business yang mencakup pengertian, klasifikasi kelompok serta jenis macamnya.

E-business adalah kegiatan transaksi , jual-beli , bisnis yang dilakukan secara otomatis melalui kegiatan elektronik atau menggunakan internet. Dalam hal ini perusahaan dapat berhubungan langsung dengan customernya , rekan bisnis ataupun supplier. E-business juga bisa berupa iklan , mengajak seseorang untuk membeli produk yang dijual dalam bidang usaha anda. Salah satu fungsinya adalah untuk mensupport bagian dari marketing , produksi , accounting , finance dan fungsi perusahaan yang berkaitan dengan kompensasi, perekrutan, manajemen kinerja, pengembangan organisasi, kesehatan, motivasi karyawan, komunikasi, administrasi, serta pelatihan (HRM).

Dalam e-business dapat dikelompokan dalam beberapa kategori, yakni :

  • Customer Relationship Management (CRM). Strategi bisnis dari layanan dan sofware yang didesain untuk meningkatkan keuntungan , pendapatan dan kepuasan pelanggan.
  • Enterprise Resource Planning (ERP). Strategi bisnis dari sistem informasi perusahaan yang digunakan untuk koordinasi menyangkut sumber daya dan informasi yang digunakan untuk proses bisnis.
  • Enterprise Application Programs (EAI). Strategi bisnis konsep integrasi dari proses bisnis yang memungkinkan antar perusahaan saling bertukar data.
  • Supply Chain Management (SCM). Strategi Manajemen rantai suplai yang secara otomatis terkomputerisasi.

Selain itu, ada beberapa macam jenis dalam e-business diantaranya adalah :

  1. Business-to-Business (B2B). Semua partisipan di dalam B2B e-commerce adalah pelaku usaha atau organisasi lain. Sebagai contohnya ialah beberapa aplikasi Mark & Spencer’s terdiri B2B dengan supplier.
  2. Business-to-consumer (B2C). Meliputi transaksi eceran dari suatu produk dan jasa dari pelaku usaha terhadap pembelinya.
  3. Business-to-business-to-Consumer (B2B2C). Tipe bisnis ini menyediakan produk dan jasa untuk klien bisnis. Klien bisnis memelihara pelanggannya untuk produk dan jasa, termasuk para karyawan, yang disediakan tanpa menambahkan nilai tambah lainnya. Banyak pebinis yang telah menyediakan akses internet untuk karyawannya bekerja.
  4. Consumer-to-business (C2B). Tipe ini meliputi individu yang menggunakan internet untuk menjual produk dan jasa kepada organisasi, seperti layaknya seorang individu mencari penjual untuk untuk menawarkan produk atau jasanya seperti yang mereka inginkan.
  5. Consumer-to-consumer (C2C). Dalam kategori ini, konsumen yang satu akan menjual langsung kepada konsumen yang lain. Sebagai contoh seorang individu menjual mobil, rumah (property), dan sebagainya dalam klasifikasi online. Penawaran jasa individu melalui internet dan menjual pengetahuan dan keahlian secara online. Telah banyak situs pelelangan mengijinkan kepada perorangan atau individu untuk menempatkan barang-barang untuk dilelang.
  6. Intrabsuiness. Tipe ini mencakup semua aktivitas internal perusahaan yang meliputi pertukaran barang, jasa, atau informasi diantara beberapa unit dan individu di dalam perusahaan.
  7. E-Learning. Pelatihan yang digunakan untuk edukasi yang disajikan secara online. E-Learning digunakan secara mendalam di dalam suatu perusahaan untuk pelatihan karyawannya (e-training). E-Learning juga disebut sebagai “universitas maya”.
  8. Exchange-to-exchange (E2E). Ini merupakan Pasar Publik Elektronik (Public Electronic Market) diantara pembeli dan penjual.
  9. E-Government. Dalam aspek ini entitas di lingkup pemerintahan membeli atau menyediakan barang-barang, jasa, atau informasi kepada pelaku bisnis.