Empat Tahap Membuat PT (Perseroan Terbatas)

P T (Perseroan Terbatas) adalah badan hukum persekutuan modal yang didirikan berdasarkan perjanjian. PT melakukan kegiatan usaha dengan suatu modal dasar yang seluruhnya terbagi kedalam saham dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh undang-undang (Pasal 1 Ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas). PT merupakan badan usaha yang banyak dipilih oleh orang-orang karena memiliki ciri khas dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bentuk badan usaha lainnya. Salah satu keunggulannya ialah PT memiliki suatu badan hukum yang sah sehingga hak dan kewajiban setiap pihak yang terlibat didalamnya akan mendapat jaminan dari undang-undang yang berlaku.

Membuat suatu PT bukanlah sesuatu yang sulit meski juga tidak bisa dikatakan sebagai pekerjaan yang mudah. Sederhananya pembentukan suatu PT harus melalui 4 tahapan sebagai berikut.

  1. Pembuatan akta pendirian perseroan dihadapan notaris.
  2. Pengesahan oleh Menteri Hukum dan HAM RI.
  3. Pendaftaran di daftar perseroan.
  4. Pengumuman di tambahan berita negara Republik Indonesia.

Adapun untuk langkah-langkah yang lebih terperinci dalam membuat PT bisa Anda simak didalam pembahasan berikut.

Pertama, Anda harus membuat nama terhadap PT yang ingin Anda buat. Kuasa pengurusan akan pembuatan ini hanya bisa dilakukan oleh seorang notaris. Nama PT yang hendak dibuat tidak boleh sama dengan nama PT lain, nama lembaga negara, nama lembaga pemerintah, dan nama lembaga internasional yang sudah ada. Anda bisa saja menggunakan nama yang sudah digunakan oleh pihak lain dengan catatan mendapat izin resmi dari lembaga yang dimaksud. Nama PT ini diajukan dalam jangka waktu maksimum 60 hari ke Kementrian Hukum dan HAM RI atau nama tersebut menjadi tidak berlaku lagi (expired).

Langkah kedua dalam mendirikan PT ialah pembuatan akta pendirian di notaris setempat. Notaris setempat yang dimaksud ialah notaris yang bertempat di wilayah yang sama dengan tempat berdirinya PT. Selanjutnya Anda perlu mengurus izin domisili PT. Apabila PT Anda berlokasi di lingkungan perkantoran maka Anda memerlukan surat izin dari pengelola gedung sementara apabila PT Anda bertempat di lingkungan perumahan maka Anda memerlukan surat izin dari pihak RT dan RW setempat.

Setelah mengurus izin domisili, selanjutnya Anda perlu mengurus NPWP dari PT Anda sekaligus membayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dan BNRI (Berita Negara Republik Indonesia). Apabila hal ini sudah Anda rampungkan barulah Anda bisa membuka rekening khusus untuk PT Anda dan menyetorkan modal sebesar minimal Rp 50.000.000,00 ke kas PT Anda.

Selain itu Anda juga perlu mengurus permohonan pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Adapun apabila bidang usaha Anda bukanlah perdagangan, Anda tetap harus mengurus surat izin usaha lain selama hal itu terkait dengan maksud dan tujuan dari usaha yang Anda jalankan.

Berikutnya Anda perlu membuat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sekaligus melakukan pendaftaran PT unutk memenuhi kriteria Wajib Daftar Perusahaan (WDP). Pada tahap ini seluruh keaslian dokumen Anda harus diperlihatkan sehingga ada baiknya Anda melakukan beberapa pengecekan sebelum melakukan tahap ini. Setelah tahap ini selesai, maka nama PT Anda akan tercantum pada pengumuman di Berita Negara Republik Indonesia (BNRI) dan dengan begitu pendirian PT Anda sudah dinyatakan sah.