Jenis Modal Perseroan

M enjalankan roda bisnis sebuah Perseroan Terbatas (PT) tentunya wajib memiliki modal agar sinkornisasi kegiatan usaha tetap berjalan. Dapat Anda bayangkan jika modal-modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis perusahaan tidak teratur dengan baik, tidak dapat dipungkiri kemandekan akan terjadi dan collapse merupakan mimpi buruk bagi Anda sebagai seorang pelaku usaha. Modal sebuah PT terbagi atas sekumpulan saham dan juga terdiri menjadi tiga jenis, yakni modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor. Pada kali ini Hukum123 akan memaparkan pengertian dari tiga jenis modal perseroan tersebut serta penambahan juga pengurang modal.

Modal Dasar

Modal dasar adalah besar nominal modal dari sebuah perusahaan atau keseluruhan nilai perusahaan. Modal dasar terdiri dari keseluruhan nominal saham. Nilai nominal saham sebuah perusahaan diatur dalam Undang-undang Perseroan bahwa minimal dari modal dasar adalah 50 juta rupiah. Bagi perusahaan tertentu yang berskala lebih besar, nominal modal dasar dapat lebih dari 50 juta rupiah. Modal dasar hanya menentukan pondasi bagi perusahaan dalam menyediakan modalnya yang meliputi seluruh kekayaan dan juga seluruh asetnya.

Modal Ditempatkan

Modal ditempatkan merupakan tolak ukur kesanggupan pemegang saham menanamkan modal di dalam perusahaan. Sebagai contoh, apabila pemegang saham sanggup menanam modal sebesar 40% dari modal dasar, maka presentase modal ditempatkan dalam perseroan tersebut sama besarnya yaitu 40%. Modal ditempatkan hanya sebagai salah satu bukti kesanggupan pemegang saham menanamkan nominal modalnya. Seperti yang tertuang dalam pasal 33 UUPT, bahwa modal ditempat paling minim 25% dari modal dasar yang ditanam di dalam perusahaan.

Modal Disetor

Modal disetor merupakan modal yang telah disetor pemegang saham ke dalam perusahaan. Menurut pasal 33 ayat (1) UUPT bahwa besarnya nominal modal disetor minimal 25% dari modal dasar serta wajib ditempatkan dan disetor seluruhnya secara penuh. Jika penyetoran modal dilakukan dalam bentuk uang, penyetoran tersebut harus ditunjukkan dengan bukti yang sah (bukti transfer uang dari pemegang saham ke rekening perusahaan). Namun jika penyetoran saham dilakukan dalam bentuk benda tidak bergerak, maka penyetoran itu harus diumumkan dalam satu surat kabar dengan jangka waktu 14 hari setelah Akta Pendirian ditandatangani.

Penambahan Modal

Penambahan modal bagi perseroan dapat dilakukan lewat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diserahkan kepada Dewan Komisaris untuk jangka waktu maksimal 12 bulan (satu tahun) lamanya. Keputusan dalam RUPS guna menentukan penambahan modal (ditempatkan dan disetor) bisa dinyatakan sah jika kuota peserta rapat yang hadir lebih dari separuh jumlah keseluruhan pemegang hak suara.

Saham yang akan ditanam untuk penambahan modal perusahaan wajib dan hanya ditawarkan terlebih dahulu kepada para setiap pemegang saham. Proses penawaran saham dapat dikoversikan sebagai saham yang dihasilkan atas persetujuan RUPS. Sesuai ketentuannya, apabila dalam rentang waktu dua minggu (14 hari) setelah proses penawaran dilakukan dan pemegang saham tidak memberikan respon untuk membeli saham, maka perusahaan berhak menawarkan sisa saham yang tidak terbeli kepada pihak ketiga yang tertarik untuk membeli saham.

Pengurangan Modal

Pengurangan modal dilakukan dengan persetujuan RUPS dengan syarat kuorum dan jumlah suara kesepakatan untuk melakukan perubahan anggaran dasar perusahaan yang tetap mengacu pada UUPT. Dalam hal ini Direksi harus memberitahu pengurangan modal kepada seluruh kreditur lewat pengumuman yang dimuat di satu atau beberapa media cetak yang bertujuan untuk menampung pendapat lain dari pihak kreditur. Pengumuman ini akan diinformasikan selambat-lambatnya 7 hari sejak keputusan RUPS untuk pengurangan modal disepakati.