Klausul Penting Ini Harus Ada Dalam Perjanjian Franchise Luar Negeri

W aralaba asal luar negeri memang sudah mulai menjamur di Indonesia. Bahkan bisa dibilang franchise luar negeri ini telah menjadi mayoritas dalam dunia franchise dalam negeri, mengingat jumlahnya yang semakin banyak dari waktu ke waktu. Sayangnya franchise asal luar negeri ini merupakan salah satu titik yang paling rawan dalam berbisnis. Pasalnya hukum yang berlaku terhadapnya pasti melibatkan hukum dari 2 negara: negara si pemilik franchise dan negara si penerima franchise. Apabila bukan orang yang sudah lama turun ke dunia bisnis tentu mengambil franchise dari luar negeri menjadi sangat rentan terkena sengketa dikemudian hari.

Sengketa dalam suatu perjanjian biasa terjadi karena kita kurang memperhatikan klausul kontrak perjanjian yang ada. Ketika kontrak disodorkan tak jarang kita langsung menandatanganinya tanpa membaca secara lebih cermat. Padahal kontrak ini sangat penting dan khusus untuk penerimaan franchise yang berasal dari pemilik luar negeri terdapat beberapa hal penting sebagai berikut.

Surat Keterangan Legalitas Usaha

Dalam klausul perjanjian waralaba Anda dengan pemilik waralaba dari luar negeri perlu dicantumkan adanya surat keterangan legalitas usaha yang sah. Tanpa adanya surat ini maka secara hukum waralaba yang Anda terima jelas bermasalah. Maka dari itu Anda perlu memastikan surat ini betul-betul sudah ada, dalam keadaan sah dan pastinya tercantum dengan jelas di dokumen kontrak perjanjian. Surat keterangan legalitas usaha ini diterbitkan oleh instansi berwenang yang berada di negara asal pemilik franchise. Surat ini sah apabila telah mendapatkan legalitas dari atase perdagangan atau pejabat perwakilan Republik Indonesia di negara tersebut.

Pendaftaran Perjanjian Waralaba

Perjanjian waralaba yang Anda lakukan dengan pemilik waralaba dari luar negeri tentu perlu didaftarkan sesuai dengan ketentuan pendaftaran perjanjian waralaba yang berlaku di Indonesia. Pendaftaran yang harus Anda lakukan sebelum lewat 30 hari dari semenjak perjanjian tersebut berlaku ini dilakukan demi mendapatkan STPUW (Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba) yang sah. STPUW ini bisa Anda dapatkan dengan melakukan pengajuan permohonan kepada Direktorat Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Prosedur pengajuan surat yang berjangka waktu lima tahun ini sama dengan prosedur pengajuan STPUW biasa. Hanya saja untuk pemilik franchise yang berasal dari luar negeri terdapat dokumen tambahan yang perlu Anda siapkan seperti fotokopi prospektus penawaran waralaba dan fotokopi surat keterangan legalitas usaha.

Yang perlu Anda perhatikan ialah STPUW ini hanya berlaku paling lama lima tahun. Oleh karena itu Anda perlu memperpanjang STPUW ini jika usaha Anda telah mendekati jangka waktu yang ditentukan didalam STPUW. Perpanjangan STPUW dapat dilakukan selama kontrak perjanjian penerimaan waralaba Anda masih berlaku.