Mau Usaha Tanpa Repot? Jadi Franchisee Saja!

F ranchise memang merupakan salah satu sarana usaha yang paling banyak digeluti oleh orang-orang. Alasannya sederhana, yakni pengelolaan franchise tidak serumit pengelolaan CV atau PT. Meskipun begitu pengelolaan franchise juga harus tetap memikirkan metode-metode manajerial. Sebut saja metode pengolahan produksi, pemasaran, dan produksi. Tanpa memikirkan dan merancang hal-hal seperti ini pasti franchise Anda akan lamban berkembang. Anda yang sudah menjadi pemilik franchise pasti paham bagaimana repotnya mengurusi hal seperti ini.

Terkadang juga hal ini membuat orang merasa malas untuk membangun franchise. Kesempatan berusaha yang sudah didepan mata pun hilang hanya karena tidak mau terlalu repot dalam memikirkan metode manajerial. Padahal Anda dapat menjalankan franchise tanpa repot-repot memikirkan metode manajerial. Lho bagaimana bisa?

Dalam franchise dikenal istilah franchisor dan franchisee. Franchisor adalah pemilik utama dari suatu franchise sementara franchisee ialah penerima franchise dari franchisor. Apabila Anda menjadi franchisee dari suatu franchise yang sudah ada maka Anda tidak perlu terlalu repot membuat metode manajerial karena pihak franchisor pasti sudah memiliki metode manajerial tersendiri. Yang perlu kita lakukan sebagai franchisee ialah mengikuti metode tersebut dan melakukan sedikit penyesuaian apabila memang diperlukan. Bahkan beberapa franchisee tidak melakukan penyesuaian apa-apa karena metode yang diberikan oleh franchisor sudah sangat lengkap.

Adapun jika Anda ingin menjadi penerima waralaba utama (franchisee utama), maka ada baiknya Anda perhatikan pedoman-pedoman berikut.

  1. Perhatikan perjanjian waralaba yang dibuat oleh franchisor. Apabila sudah tertulis bahwa Anda merupakan penerima waralaba utama, maka Anda juga memiliki hak untuk memberikan waralaba tersebut kepada penerima waralaba lanjutan. Kecuali apabila hal penerima waralaba lanjutan telah dicantumkan dalam perjanjian.
  2. Sebagai penerima waralaba utama, Anda wajib menjalankan usaha Anda sendiri dan mempunyai sedikitnya satu tempat usaha. Izin atas tempat usaha ini juga mutlak Anda perlukan.
  3. Sebagai penerima waralaba utama Anda juga wajib membuat STPUW (Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba) dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. STPUW tersebut berlaku untuk jangka waktu sepuluh tahun dan dapat diperpanjang selama perjanjian masih berlaku.
  4. Apabila waralaba tersebut Anda dapatkan dari franchisor dalam negeri, maka Anda wajib mendaftarkan perjanjian waralaba tersebut beserta prospektusnya kepada Dinas Perdagangan daerah setempat paling lambat 30 hari kerja setelah perjanjian diberlakukan. Apabila pendaftaran ini terlambat Anda lakukan maka Dinas Perdagangan daerah setempat bisa saja memberikan sanksi kepada Anda.
  5. Apabila waralaba tersebut Anda dapatkan dari franchisor luar negeri, maka Anda wajib mendaftarkan perjanjian waralaba tersebut beserta prospektusnya kepada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.

Sudah yakin untuk menjadi franchisee? Segera tentukan franchisor yang Anda inginkan dan lakukan komunikasi yang baik dengan franchisor tersebut. Apabila ada yang ingin Anda tanyakan atau konsultasikan seputar franchisee ini silakan menghubungi Hukum123 pada kontak yang terdapat didalam situs web ini.