Menangani PHK Akibat Merger

S emakin tingginya persaingan usaha di era modern membuat para pengusaha harus terus mencari strategi ampuh demi memenangkan persaingan. Ada pengusaha yang memilih strategi intensifikasi usaha yakni dengan cara melakukan produksi yang lebih intensif pada satu jenis barang/jasa. Ada juga pengusaha yang memilih strategi memperbanyak cabang usaha sehingga usahanya dapat dijumpai dimana-mana. Ada juga pengusaha yang memilih untuk melakukan merger atau penggabungan perusahaan dengan perusahaan lain.

Pengusaha yang memilih strategi merger umumnya menginginkan peningkatan efisiensi dan kemampuan dari perusahaan yang sudah ia miliki. Dengan menggabungkan dua atau lebih perusahaan menjadi satu tentu pemakaian sumber daya usaha dapat menjadi lebih hemat. Hal ini jelas akan membawa perusahaan tersebut untuk lebih fokus pada pengembangan usaha dan peningkatan daya saing perusahaan sehingga perusahaan merger ini menjadi lebih kompetitif dan pada akhirnya menghasilkan keuntungan (laba) yang lebih banyak.

Akan tetapi perlu diingat bahwa strategi merger juga memiliki dampak negatif yang patut diwaspadai. Salah satu dampak negatif yang sering terjadi pada perusahaan merger ialah terjadinya pengurangan jumlah karyawan atau yang biasa disebut pemutusan hubungan kerja (PHK). Kerugian semacam ini jelas tidak dapat dihindari menginat tujuan merger pada awalnya ialah melakukan efisiensi sumber daya. Oleh karena itu satu-satunya pilihan ialah mengatasi kerugian tersebut dengan sebaik mungkin.

PHK bukanlah dampak negatif yang biasa. Ia merupakan sesuatu yang sangat rawan karena jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan gejolak yang pastinya dapat merugikan perusahaan. Oleh karena itu langkah penanganannya harus dilakukan dengan sehati-hati mungkin.

Langkah pertama dalam menangani hal ini harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum proses merger terjadi. Langkah tersebut adalah sosialisasi. Sampaikanlah kepada seluruh karyawan bahwa perusahaan tersebut akan digabungkan dengan perusahaan lain lengkap dengan tujuan penggabungannya. Berusahalah untuk menyampaikannya secara terbuka dan transparan agar para karyawan tidak menaruh curiga kepada perusahaan kita. Jika perlu manfaatkanlah serikat pekerja yang sudah ada untuk membantu proses sosialisasi akan hal ini.

Adapun langkah berikutnya setelah melakukan proses sosialisasi ialah menyiapkan paket-paket pensiun yang sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Paket pension ini ada karena kita tidak bisa menyamakan nilai pension pada setiap karyawan. Karyawan yang telah lama mengabdi tentu besaran nilai pensiunnya berbeda dengan karyawan baru. Begitupun karyawan yang masih muda memiliki besaran nilai pension yang berbeda dengan karyawan yang lebih tua. Negosiasikan saja pemilihan paket tersebut secara baik kepada para karyawan diiringi dengan penyampaian alasan mengapa perusahaan memilih untuk memutus hubugan kerja dengannya.

Lakukanlah kedua langkah tersebut pada masing-masing perusahaan yang akan di-merger. Apabila masing-masing perusahaan mampu menyelesaikan kerugian-kerugian ini secara baik tentulah perusahaan merger yang terbentuk nanti akan lebih cepat selaras dan berkembang.