Mendirikan Badan Usaha dengan Modal Terbatas

T idak sedikit orang yang ingin mendirikan suatu badan usaha seperti CV atau PT tetapi terhalang dengan masalah modal. Ya, pendirian keduanya memang mengisyaratkan modal minimal. Apalagi untuk pendirian suatu PT yang mengharuskan adanya modal minimal sebesar Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Hal ini tentu sangat merepotkan.

Disisi lain ada juga orang-orang yang tidak bisa mendirikan CV atau PT karena sulitnya mencari mitra. Keharusan adanya minimal 2 pendiri dalam suatu badan usaha nyatanya memang cukup menyulitkan bagi sebagian orang. Akibatnya keinginan untuk mendirikan badan usaha pun harus diurungkan kembali.

Teruntuk Anda yang mengalami dilema seperti diatas, Hukum123 memiliki solusi yang dapat Anda praktekkan dengan cukup mudah. Solusinya adalah dengan mendirikan UD (Usaha Dagang) atau PD (Perusahaan Dagang). Keduanya merupakan bentuk badan usaha yang dapat dijalankan oleh seorang individu untuk menjalankan usaha. Dengan kata lain badan usaha ini dapat dijalankan oleh satu orang saja tanpa memerlukan bantuan dari orang lain yang bertindak sebagai pendiri. Seluruh tanggung jawab UD atau PD berada pada tangan pemiliknya seorang. Dalam pandangan hukum, UD atau PD dilihat sama dengan pemiliknya, sehingga apabila badan usaha ini merugikan orang lain hanya pemiliknya saja yang bisa menanggung seluruh kerugian yang timbul.

UD atau PD merupakan solusi bagi Anda yang ingin memiliki bentuk usaha legal dengan modal terbatas. Beberapa orang memang menganggap adanya UD atau PD tak ubahnya menjalankan usaha mandiri seperti biasa. Hal tersebut memang betul. Akan tetapi yang terpenting disini ialah adanya suatu identitas usaha yang dilegalkan. Tidak sedikit lho badan usaha yang tidak jelas identitasnya di era modern ini. Badan usaha yang tidak jelas asal usulnya itulah yang kerap melakukan cara-cara yang kurang baik dalam berusaha. Oleh karenanya kita harus semakin selektif dalam menentukan mitra usaha kita. Nah dengan adanya suatu legalitas tentu dapat membuat badan usaha yang kita miliki lebih dipercaya dimata para klien dan mitra usaha yang ada.

Cara membuat UD atau PD terbilang sangat mudah. Anda cukup melakukan pendaftaran izin usaha di Dinas Perdagangan setempat dengan terlebih dahulu melengkapi dokumen-dokumen berikut.

  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) pemilik UD/PD.
  • Fotokopi KTP pemilik UD/PD.
  • Nama dan alamat tempat UD/PD tersebut berdiri.
  • Surat keterangan dari apparat pemerintah setempat (Kelurahan dan Kecamatan).

Setelah keempat persyaratan diatas terpenuhi, Anda bisa datang ke kantor notaris setempat. Notaris kemudian akan membantu Anda untuk mendapatkan Akta Notaris, Surat Keterangan Domisili, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Notaris juga dapat membantu Anda untuk membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) agar usaha Anda bisa mendapatkan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Dengan memiliki dokumen-dokumen inilah usaha Anda dikatakan telah memiliki identitas yang jelas.