Menghadapi Penipuan oleh Pemasok

D alam dunia bisnis pada umumnya tak banyak pengusaha yang mampu menjalankan usaha secara mandiri dari hulu ke hilir sekaligus. Biasanya ia membutuhkan pihak lain seperti pemasok untuk membantunya memberikan barang yang Anda butuhkan. Namun adakalanya pemasok melakukan tindak penipuan. Misalnya dengan cara mengurangi bobot barang, menurunkan kualitas barang, menaikkan harga barang seenaknya, atau bahkan membawa kabur uang yang sudah dibayarkan tanpa memberikan barang apa-apa. Bagaimana cara menghadapi pemasok semacam ini? Berikut ulasannya dari Hukum123 untuk Anda.

Renegosiasi

Negosiasi ulang merupakan langkah pertama yang perlu Anda tempuh dalam menghadapi penipuan oleh pemasok. Alasannya karena hanya langkah inilah yang paling memungkinkan bagi Anda untuk segera menutupi kerugian yang telah Anda alami dan mulai mendapatkan keuntungan lagi. Membawa masalah ini langsung ke ranah hukum belum tentu dapat mengganti kerugian dengan cepat. Oleh karenanya negosiasi ulang sebisa mungkin Anda dahulukan.

Dalam renegosiasi ini Anda bisa membuat kesepakatan dengan pihak pemasok terkait pemenuhan janji sekaligus pemberian ganti rugi. Sepakatilah hal-hal yang rawan untuk ditipu lagi seperti kualitas dan kuantitas barang. Sepakati juga tenggang waktu yang diberikan kepada pemasok untuk memberikan barang tersebut beserta konsekuensinya apabila pemasok gagal memenuhi janjinya lagi. Jika memang dirasa perlu Anda juga dapat meminta jaminan dari pihak pemasok agar hal seperti ini tidak perlu terjadi lagi. Akan tetapi perlu diingat bahwa tidak semua jenis transaksi dapat direnegosisasikan. Pada transaksi yang tidak dapat dinegosiasikan ulang ini tentu Anda dapat langsung membawa perkara tersebut ke meja hukum.

Melaporkan ke Kepolisian

Apabila perundingan sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan, maka Anda boleh melaporkan perkara ini ke kepolisian. Pelaku penipuan tersebut bisa dikenakan sanksi pidana hingga mencapai empat tahun penjara sesuai isi pasal 378 KUHP. Khusus untuk penipuan oleh pemasok bahkan juga bisa dikenakan pasal tambahan yakni pasal 383 KUHP karena ia melakukan penjualan barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah dijanjikan.

Bagaimana Supaya Tidak Ditipu?

Tindak penipuan, apapun bentuknya, pasti menghasilkan kerugian kepada kita sebagai pengusaha. Oleh karena itu sebisa mungkin kita harus meminimalisir terjadinya hal-hal semacam ini. Caranya tentu dengan mencermati barang-barang yang akan Anda beli dari pemasok. Pastikan setiap spesifikasi yang dijanjikan sama dengan kondisi barang tersebut. Apabila ada kecacatan atau ketidaksesuaian dengan spesifikasi awal yang dijanjikan maka Anda bisa langsung berkomunikasi dengan pemasok tersebut. Hal ini tentu akan sulit dilakukan jika Anda keburu melakukan transaksi dan baru menyadari adanya kecacatan setelah membeli.

Hal penting lain yang perlu Anda lakukan ialah menyimpan seluruh bukti transaksi yang sudah Anda lakukan. Bukti transaksi ini dapat menjadi “senjata” Anda apabila sewaktu-waktu terjadi masalah. Ada baiknya juga jika Anda ditemani oleh seorang rekan ketika melaksanakan transaksi agar ia menjadi pihak ketiga atau saksi dari transaksi tersebut. Adanya bukti dan saksi saat transaksi tentu akan sangat menguntungkan bagi Anda di pengadilan kelak apabila memang diperlukan.