• Home
  • /Bisnis
  • /Meningkatkan Kekuatan Hukum Perjanjian di Bawah Tangan

Meningkatkan Kekuatan Hukum Perjanjian di Bawah Tangan

Terkadang sebuah perjanjian dibuat tanpa melibatkan seorang notaris. Perjanjian yang tidak melibatkan seorang notaris disebut sebagai perjanjian di bawah tangan. Perjanjian di bawah tangan tidak memiliki kekuatan hukum yang kuat karena saat salah satu pihak mengingkari isi perjanjian, pihak lainnya akan kesulitan untuk membuktikannya.
Agar kekuatan hukum sebuah perjanjian di bawah tangan meningkat, pihak yang membuat perjanjian tersebut bisa mendatangi notaris untuk melakukan legalisasi. Legalisasi bisa dilakukan jika surat perjanjian belum ditandatangani. Jadi saat draft perjanjian sudah dibuat, kedua belah pihak mendatangi notaris. Di sana pihak notaris akan membacakan isi surat, memastikan kedua belah pihak paham isi perjanjian dan setelah itu dilakukan penandatanganan oleh kedua belah pihak dihadapan notaris.
Bagaimana jika surat perjanjian sudah terlanjur ditandatangani? Jika surat sudah terlanjur ditandatangani, kedua belah pihak tetap bisa meningkatkan kekuatan hukumnya. Datanglah ke notaris dan pihak notaris nanti akan melakukan register (waarmerking) terhadap surat tersebut. Kalau dilihat dari kekuatan hukumnya, surat yang dilegalisasi memiliki kekuatan lebih kuat daripada yang hanya diregister.