Negoisasi Penawaran Waralaba

D alam terjadinya perjanjian waralaba, ada baiknya terlebih dahulu pihak pemberi waralaba mengajukan serta menjelaskan prospek penawaran walaba kepada calon penerima. Prospek penawaran waralaba ini berisikan segala keterangan secara tertulis terkait bisnis waralaba yang ditawarkan kepada calon penerima. Berikut Hukum123 akan menguraikan isi keterangan terkait prospek penawaran perjanjian bisnis waralaba.

#1. Sejarah Kegiatan Usaha

Berisi uraian historis mengenai pendirian usaha, kegiatan usaha, hingga perkembangan sejauh mana usaha tersebut.

#2. Identitas Pemberi Waralaba

Dalam prospek serta keterangan penawaran waralaba berisi tentang identitas pemilik usaha waralaba tersebut. Identitas tersebut sesuai Karti Tanda Penduduk pemilik usaha. Apabila pemberi waralaba merupakan sebuah badan usaha, maka akta identitas badan usaha serta organisasi badan usaha tersebut yang dicantumkan. Struktur organisasi badan usaha yang tercantum biasanya meliputi identitas pemegang saham, direksi, dan komisaris.

#3. Struktur Organisasi Pemberi Waralaba

Keterangan ini mengenai struktur organisasi usaha pemberi waralaba. Pada umumnya berisi keterangan pemegang saham, direksi, komisaris, sampai level manajemen

#4. Legalitas Usaha Pemberi Usaha

Keterangan ini berisi apsek legal pemilik usaha, yaitu legalitas umum seperti akta dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) serta perizinan teknis lainnya.

#5. Jumlah Outlet Waralaba

Uraian mengenai jumlah outlet waralaba di Indonesia untuk waralaba lokal atau negara domisili outlet untuk pemberi waralaba dalam skala usaha luar negeri.

#6. Daftar Penerima Waralaba

Berisi uraian daftar nama dan alamat perusahaan penerima waralaba, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

#7. Hak – Kewajiban Pemberi dan Penerima Waralaba

Prospek dari penawaran waralaba berisi hak dan kewajiban pihak pemberi dan penerima waralaba. Sebagai salah satu contohnya adalah royalti yang harus dibayar penerima waralaba, pembinaan yang diberikan oleh pemberi waralaba, dan penggunaan hak kekayaan intelektual oleh penerima waralaba tersebut.

Langkah pertama yang dilakukan sebelum pemberi dan penerima membubuhkan tanda tangan perjanjian waralaba adalah mengajukan prospek waralaba kepada pihak penerima waralaba. Pemberitahuan prospek tersebut dilakukan 14 hari sebelum dilakukaknnya penandatanganan perjanjian.

Sebelum pemberi waralaba menyampaikan informasi prospek kepada pihak penerima waralaba diharuskan prospek tersebut terdaftar di Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Bina Usaha Perdagangan. Jika prospektus terdaftar, pihak pemberi waralaba akan mendapatkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). STPW adalah syarat untuk setiap pelaku usaha waralaba. Jika pelaku usaha tidak memiliki STPW, maka dapat saja usaha waralabanya ditutup.