Penahanan Ijazah Oleh Perusahaan

I jazah ditahan oleh pihak perusahaan merupakan hal yang sampai saat ini terjadi dan lumrah adanya. Mungkin Anda pernah mendengar atau juga pernah mengalami hal serupa. Ijazah akan ditahan oleh perusahaan tempat Anda bekerja dengan alasan bahwa Anda masih berada dalam ikatan kerja. Bila dihadapkan dalam situasi tersebut, mau tak mau Anda akan tetap bertahan di dalam perusahaan itu dan tidak dapat mengundurkan diri sesuai keinginan Anda karena akan menyebabkan Anda terkena denda (penalty) dari perusahaan sesuai dengan perjanjia yang telah Anda tanda tangani dalam perjanjia kontrak kerja.

Biarpun dalam hukum ketenagakerjaan tidak terdapat aturan spesifik tentang hal ini, perusahaan berhak menahan ijazah para karyawan selama di dalam perjanjian kerja mencantumkan hal tersebut. Hak perusahaan menahan ijazah karyawannya ini lahir dari suatu perjanjian kerja antara perusahaan dengan tenaga kerjanya. Perusahaan memiliki wewenang menerapkan penahanan ijazah dalam perjanjian kerja para karyawannya guna melindungin investasi dalam pengembangan sumber daya manusia.

Jika karyawan menyetujui ketentuan penahanan ijazah yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan, maka karyawan harus menghormati perjanjian kerja selama rentang waktu yang disepakati. Hal ini dilakukan pihak perusahaan untuk mencegah karyawan keluar dari perusahaan tersebut. Pada kebanyakan kasus yang terjadi, perusahaan terlebih dahulu memberikan fasilitas pendidikan kepada karyawannya dengan biaya yang tidak dapat dikatakan murah. Perusahaan mengeluarkan biaya tersebut dengan tujuan agar karyawan bisa memberikan kontribusi lebih baik kepada pihak perusahaan, yang nilainya tentu lebih besar dibandingkan biaya fasilitas pendidikan yang telah dikeluarkan perusahaan.

Tujuan perusahaan melakukan ikatan dinas dengan menahan ijazah karyawannya merupakan salah satu cara agar karyawan tidak meninggalkan perusahaan sebelum memberikan kontribusi sesuai ekspektasi perusahaan. Bahkan selain menahan ijazah, perusahaan juga menerapkan denda (penalty) bagi karyawan yang meninggalkan perusahaan sebelum masa perjanjian kerja berakhir. Jika Anda memang tidak menginginkan hal-hal demikian, sebaiknya ketika menandatangani perjanjian kerja cermatilah seluruh isi dari perjanjian kerja.