Penyebab Berakhirnya Suatu Kontrak

J ika terdapat awal pasti juga terdapat akhir. Bisnis pun seperti itu. Suatu waktu ia bisa saja harus berhenti dan kontrak yang telah dibuat pun harus berakhir. Berhentinya bisnis ini tidak selalu merupakan hal yang buruk. Beberapa orang bahkan bisa lebih sukses setelah menghentikan bisnisnya, entah dengan cara membangun bisnis baru atau terjun ke bidang lain seperti dunia hiburan atau dunia politik.

Berhentinya bisnis ditandai dengan berakhirnya suatu kontrak. Kontrak ini bisa berakhir apabila penyebab berakhirnya kontrak telah terpenuhi. Ada 5 penyebab suatu kontrak bisa berhenti yakni sebagai berikut.

Dibatalkan sebelum jangka waktu berakhir

Apabila salah satu pihak membatalkan perjanjian sebelum jangka waktu perjanjian tersebut berakhir maka perjanjian tersebut telah dikatakan batal. Dalam hal ini tentu diperlukan pernyataan pembatalan perjanjian secara tertulis dari pihak yang membatalkan. Adapun apabila pembatalan ini terjadi ditengah usaha dan mengakibatkan pihak lain menjadi korban wanprestasi, maka pihak yang menjadi korban dapat menuntut ganti rugi atas pembatalan yang telah dilakukan itu.

Seluruh syarat dalam kontrak sudah terpenuhi

Beberapa kontrak memiliki target atau syarat tertentu yang menjadi tujuan dari dibuatnya kontrak tersebut. Apabila seluruh target atau syarat tersebut telah terpenuhi tentu perjanjian sudah tidak diperlukan lagi dan oleh karenanya dapat diakhiri secara otomatis.

Objek yang diperjanjikan sudah musnah atau tidak ada

Sementara itu dalam hal objek yang diperjanjikan sudah musnah atau sudah tiada maka sudah pasti perjanjian tersebut tidak dapat dilanjutkan lagi. Dalam kasus ini para pihak dapat memilih diantara 2 pilihan yakni melanjutkan perjanjian dengan objek yang baru atau langsung mengakhiri perjanjian tersebut.

Jangka waktu sudah habis

Apabila jangka waktu perjanjian yang tertera didalam surat kontrak sudah habis maka kontrak tersebut secara otomatis telah berakhir. Perjanjian tersebut bisa dilanjutkan lagi apabila para pihak yang terlibat didalamnya telah memperbarui isi kontrak tersebut. Bila tidak ditemukan pembaruan kontrak pada saat jangka waktu perjanjian telah habis maka sudah jelas bahwa perjanjian tersebut telah berakhir dan untuk memulainya kembali harus dilakukan dari awal.

Adanya kesepakatan untuk berhenti

Beberapa perjanjian justru bisa berhenti karena para pihak yang terlibat didalamnya sepakat untuk menghentikan kerjasama ditengah masa kesepakatan. Hal ini juga termasuk kedalam penyebab berakhirnya kontrak yang sah selama sudah terdapat kesepakatan tertulis yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.

Selain kelima penyebab umum diatas, suatu kontrak bisa saja berhenti karena penyebab lain. Akan tetapi yang perlu ditegaskan ialah kontrak ini berhenti jika memang sudah terdapat kejelasan pemberhentian kontrak baik oleh jangka waktu, objek perjanjian, ataupun pemberhentian dari salah satu pihak. Tanpa adanya kejelasan ini bisa jadi kontrak belum disebut berakhir dan dikatakan masih berlaku. Komunikasi antar pihak yang terlibat menjadi kunci penting dalam hal ini maka sebisa mungkin bangunlah komunikasi yang baik antara Anda dengan para pihak tersebut. Komunikasi yang baik tentu akan menjadi awal dari kontrak yang baik pula.