Prosedur dan Cara Pengajuan Hak Desain Industri

B agi Anda yang menggeluti bidang desain grafis memang membutuhkan inspirasi, tingkat estetika kreatifitas, dan gambaran jelas yang ditumpahkan dalam sebuah desain. Apakah sebuah desain yang dipakai untuk keperluan industrial membutuhkan hak cipta otentik bagi para pendesainnya? Pertanyaan itu juga bisa berkaitan dengan prosedur cara permohonan hak desain industri yang merupakan hak atas kekayaan intelektual.

Pada kali ini Hukum123.com akan memaparkan ruang lingkup pengertian umum serta persyaratan permohonan atas hak desain industri untuk melindungi para pendesain atas hak karya desainnya agar produknya tak dipakai serta disalahgunakan oleh pihak lain, berikut adalah ulasannya.

Hak desain industri diatur dalam UU No.31 tahun 2000 tentang Desain Industri. Sesuai dengan isi pasal 1 ayat (1) dalam UU tersebut, hak desain industri adalah suatu kreasi bentuk, konfigurasi, komposisi, garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

Pemegang hak desain industri memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan hak desain industri yang dimilikinya dan berhak melarang orang lain tanpa persetujuannya membuat, memakai, menjual, dan mengedarkan barang yang diberi hak desain industri, kecuali untuk kepentingan penelitian dan pendidikan sepanjang tidak merugikan kepentingan dari pemegang hak desain industri tersebut.

Cara paling efektif untuk mendaftarkan hak desain industri Anda bisa langsung melalui Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM. Adapun prosedur permohonan pendaftaran hak desain industri, yaitu sebagai berikut :

  1. Mengajukan permohonan ke Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (Dirjen HaKI) secara tertulis.
  2. Surat permohonan ditandatangani oleh pemohon serta dilampiri gambar atau foto serta uraian dari desain industri yang dimohonkan, surat pernyataan bahwa desain industri ingin didaftarkan adalah milik asli si pemohon atau pendesain.
  3. Mengisi formulir permohonan yang di dalamnya Anda harus menuliskan waktu surat permohonan dibuat (tanggal, bulan, dan tahun), identitas diri (nama, alamat lengkap, status kewarganegaraan),  nama dan alamat lengkap kuasa apabila permohonan diajukan melalui kuasa.
  4. Bila permohonan diajukan secara bersama-sama oleh lebih dari satu pemohon, permohonan tersebut ditandatangani oleh salah satu pemohon dengan melampirkan persetujuan tertulis dari pemohon lain.
  5. Jika permohonan diajukan oleh bukan pendesain, permohonan harus disertai pernyataan yang dilengkapi dengan bukti kuat bahwa pemohon berhak atas desain industri yang diajukan pendaftarannya.
  6. Membayar biaya administrasi permohonan sebesar Rp.300.000,00 bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Rp.600.000,00 bagi non-UKM, untuk setiap permohonan.

Merunut pada pasal 5 UU No. 31 Tahun 2000, perhitungan jangka waktu perlindungan terhadap hak desain industri diberikan selama 10 tahun terhitung sejak tanggal penerimaan hak tersebut dari Dirjen HaKI. Sama halnya dengan jenis HaKI lainnya, hak desain industri pun dapat beralih dan dialihkan sesuai dengan kesepakatan perjanjian.

 

(AH)