Rahasia Dagang: Ruang Lingkup dan Contohnya

A pakah Anda pernah mendengar istilah rahasia dagang? Apabila Anda berkutat dalam bidang perdagangan tentu Anda harus memperhatikan rahasia dagang yang Anda miliki. Ini semata-mata bertujuan untuk melindungi hak-hak Anda dan  melindungi keaslian barang dagangan yang Anda miliki. Tentunya tidak semua hal dalam perdagangan dapat digolongkan kedalam rahasia dagang. Ada beberapa hal yang boleh dirahasiakan (bahkan harus dirahasiakan) dan ada juga hal yang tidak perlu dirahasiakan. Akan tetapi sebelum itu mari kita bahas terlebih dahulu mengenai apa yang dimaksud dengan rahasia dagang.

Sesuai Pasal 1 Undang-undang Nomor 30 tahun 2000, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan rahasia dagang ialah segala bentuk informasi yang dapat diketahui oleh umum dalam hal teknologi atau bisnis yang sedang dijalankan, memiliki nilai ekonomi (karena bermanfaat didalam kegiatan usaha), namun harus dijaga kerahasiaannya oleh pemilik rahasia dagang. Teknologi atau bisnis yang dimaksud disini dapat berupa metode produksi, metode pengolahan, metode penjualan, atau informasi lain yang memang memiliki nilai ekonomi. Nilai ekonomi yang dimaksud disini ialah informasi tersebut bersifat komersil atau dapat meningkatkan keuntungan secara ekonomis.

Contoh rahasia dagang yang sederhana misalnya dapat kita lihat pada usaha penjualan produk tekstil seperti baju, kemeja, dll. Hal-hal yang berkaitan tentang tempat penjahitan bahan tekstil ini tentu perlu dirahasiakan dan tidak perlu dibeberkan kepada khalayak ramai. Sebab hal ini termasuk kedalam hal-hal yang dapat meningkatkan keuntungan secara ekonomis. Terbukanya informasi ini ke publik tentu dapat merugikan usaha kita sendiri karena bisa saja publik memilih untuk langsung mendatangi pihak produsen tersebut tanpa melalui kita.

Contoh lain terkait rahasia dagang ini ialah usaha restoran atau rumah makan. Usaha semacam ini tentu harus merahasiakan resep masakan yang mereka punya agar tidak dicuri oleh pihak lain. Terbukanya rahasia dagang seperti resep ini bahkan dapat mengakibatkan kompetitor yang ada meniru resep tersebut dan menyatakan bahwa seakan-akan resep tersebut adalah hasil buatannya. Ini jelas sangat merugikan usaha restoran tersebut baik dalam waktu dekat ataupun jangka panjang.

Tidak semua hal yang berkaitan dengan usaha kita harus dirahasiakan. Jenis bahan yang digunakan untuk membuat casing smartphone misalnya tentu bukan merupakan rahasia dagang. Bahan kertas yang dipakai didalam percetakan juga bukan termasuk kedalam rahasia dagang. Kedua bahan tersebut tidak termasuk rahasia dagang sebab sudah diketahui oleh masyarakat secara umum sehingga tidak memiliki nilai ekonomi khusus.

Para pemilik rahasia dagang boleh menggunakan sendiri rahasia dagang yang ia miliki, atau memberikan semacam lisensi kepada orang lain untuk menggunakan rahasia dagang yang dimilikinya. Ia juga berhak melarang pihak lain untuk mengungkapkan rahasia dagang yang ia miliki dan bahkan juga berhak melarang pihak lain untuk menggunakan rahasia dagang tersebut. Maka dari itu kita perlu lebih berhati-hati dalam menjalankan suatu usaha terutama perdagangan. Jangan sampai kita menggunakan rahasia dagang orang lain secara illegal atau bahkan membiarkan rahasia dagang kita digunakan semaunya oleh orang lain.