Surat Perjanjian Nikah (Notaris)

Nomor:….
Pada hari ini, …………………………………….
Menghadap kepada saya, ……………, Sarjana Hukum, —
Notaris di ……., dengan dihadiri oleh para saksi yang –
dikenal oleh saya, Notaris dan akan disebutkan pada akhir-
akta ini: ————————————————
1. ……………………………………………….
………………………………………………….
——— selanjutnya disebut Pihak Pertama ————–
2. ……………………………………………….
………………………………………………….
————- selanjutnya disebut Pihak Kedua. ———–
Penghadap telah dikenal oleh saya, Notaris. ————–
Para penghadap……………………………………..
………………………………………………….

menerangkan kepada saya, Notaris : ———————–
Bahwa antara para pihak telah terdapat kesepakatan untuk –
melangsungkan perkawinan dan untuk itu para pihak telah —
setuju dan mufakat untuk membuat perjanjian kawin dengan –
memakai syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai —-
berikut: ————————————————-
———————– Pasal 1 ————————–
———————- PISAH HARTA ———————–
Antara suami isteri tidak akan ada persekutuan harta benda
dengan nama atau sebutan apapun juga, baik persekutuan —
harta benda menurut hukum atau persekutuan untung dan rugi
maupun persekutuan hasil dan pendapatan. —————–
———————— Pasal 2 ————————-
————————- HARTA ————————–
Semua harta benda yang bersifat apapun yang dibawa oleh —
para pihak dalam perkawinan, atau yang diperolehnya selama
perkawinan karena pembelian, warisan, hibah dan atau —–
dengan cara apapun juga tetap menjadi milik dari para —-
pihak yang membawa dan atau yang memperolehnya. ———-
————————- Pasal 3 ————————
——————– BUKTI PEMILIKAN ———————
1. Barang-barang bergerak yang oleh para pihak didapat —
dari dan oleh sebab apapun juga sesudah perkawinan —-
dilangsungkan, wajib dibuktikan dengan bukti pemilikan-
dengan tidak mengurangi hak pihak kedua, untuk ——–
membuktikan adanya barang-barang atau harganya, ——-
sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 166 Kitab Undang-
Undang Hukum Perdata. ———————————
2. Barang-barang tidak bergerak, yang tidak dapat ——–
dibuktikan dengan bukti pemilikan atau surat-surat —-
lainnya oleh salah satu pihak, dianggap sebagai ——-
kepunyaan para pihak, masing-masing untuk (setengah) —
bagian yang samabesar. ——————————–
————————– Pasal 4 ———————–
——————— HAK-HAK PARA PIHAK —————–
1. Kekayaan dan hutang dari para pihak yang terjadi ——
sebelum atau sesudah perkawinan dilangsungkan, tetap —
menjadi hak atau kewajiban masing-masing. ————-
2. Pihak kedua dapat mengurus dan mempertahankan haknya, –
baik dalam tindakan pengurusan maupun dalam tindakan —
pemilikan untuk mengurus, menguasai sendiri harta —–
bendanya, baik yang bergerak, maupun yang tidak ——-
bergerak, dan penikmatan secara bebas dari ————
penghasilannya. —————————————
3. Untuk hal-hal tersebut di atas, sepanjang diperlukan —
dengan ini pihak kedua telah diberi kuasa dan ———
persetujuan oleh pihak pertama. ———————–
————————— Pasal 5 ———————- –
———————– BIAYA-BIAYA ———————
1. Biaya-biaya untuk keperluan rumah tangga, untuk ——-
mendidik dan memelihara anak-anak yang dilahirkan dari-
perkawinan mereka dipikul oleh pihak pertama. ———
2. Pengeluaran-pengeluaran untuk keperluan tersebut diatas
yang dilakukan oleh pihak kedua, dianggap telah ——-
dilakukan dengan persetujuan dari pihak pertama. ——
3. Hutang-hutang maupun tagihan-tagihan dari pihak lain —
yang timbul dari biaya-biaya tersebut di atas, harus —
ditanggung dan wajib dibayar oleh pihak pertama, dan —
pihak kedua tidak dapat ditagih atau digugat mengenai –
hal tersebut. —————————————–
————————— Pasal 6 ———————-
———— BERAKHIR/PERHITUNGAN MENURUT HUKUM ———-
1. Pakaian-pakaian dan perhiasan-perhiasan yang ada pada –
para pihak, pada saat berakhirnya perkawinan atau pada-
waktu diadakan perhitungan menurut hukum, dianggap —-
sebagai milik pihak yang memakainya atau dianggap —–
dimiliki oleh yang biasa memakai barang-barang ——–
tersebut, sehingga terhadap barang-barang tersebut —-
tidak akan diadakan perhitungan. ———————-
2. Segala macam barang-barang untuk keperluan rumah tangga
termasuk pula perabot-perabot makan, minum, tidur yang-
ada di dalam rumah kedua belah pihak pada saat ——–
berakhirnya perkawinan atau pada saat diadakan ——–
perhitungan menurut hukum, dianggap miliknya Pihak —-
Kedua, sehingga terhadap barang-barang tersebut, tidak-
akan diadakan perhitungan. —————————-
—————————- Pasal 7 ———————
————————— LAIN-LAIN ——————–
Bahwa selain dari pada pakaian dan barang-barang ———
perhiasan, mereka masing-masing (yang menurut keterangan –
para pihak tidak perlu diuraikan lebih lanjut dalam akta –
ini), tidak membawa sesuatu apapun dalam perkawinan yang –
harus ditulis dalam akta ini. —————————-
—————————- Pasal 8 ———————
—————————- DOMISILI ——————–
Untuk akta ini dan segala akibatnya serta pelaksanaannya,-
memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di kantor —–
Panitera Pengadilan Negeri ……. di ………………

—————— DEMIKIANLAH AKTA INI ——————
Dibuat dan diselesaikan di ……., pada hari, tanggal, —
bulan dan tahun seperti tersebut pada awal akta ini, —–
dengan dihadiri oleh : ———————————–
1. …………………………………—————-
2. …………………………………—————-
Keduanya karyawan kantor Notaris, dan bertempat tinggal di
……., sebagai para saksi. —————————–
Setelah akta ini selesai dibacakan oleh saya, Notaris, —
kepada para penghadap dan para saksi, maka segera para —
penghadap, para saksi dan saya, Notaris, menandatangani —
akta ini. ————————————————
Dibuat dengan. ——————————————-