Syarat Permohonan Hak Merek Dagang

M erek dagang merupakan salah satu faktor yang paling krusial di era perdagangan modern ini. Apabila terdapat 2 produk yang serupa, tentu masyarakat cenderung untuk memilih produk yang mereknya lebih familiar daripada yang tidak. Merek yang sudah dikenal masyarakat tentu memiliki kans yang lebih besar untuk dibeli meskipun kualitasnya tidak sebaik merek lain yang kurang terkenal. Tidak jarang juga suatu sengketa lahir gara-gara masalah merek. Hal yang cukup sering kita temui ialah adanya produk berkualitas rendahan dengan merek yang sama persis dengan produk aslinya. Hal semacam ini tentu sudah melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan pastinya sangat merugikan pemilik merek dagang yang asli. Untuk itulah perlu adanya pendaftaran merek secara resmi di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI). Layaknya permohonan izin suatu dagang, permohonan hak merek dagang juga memiliki syarat-syarat tertentu.

Sesuai Pasal 7 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 disebutkan bahwa permohonan hak merek dagang setidaknya harus memenuhi 3 syarat sebagai berikut;

1. Permohonan Diajukan dalam Bahasa Indonesia

Permohonan hak merek dagang hanya bisa diajukan menggunakan bahasa Indonesia. Tentunya menggunakan kaidah EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) yang baru disahkan pada tahun 2015 kemarin. Apabila merek dagang yang ingin didaftarkan menggunakan bahasa asing maka terjemahannya didalam bahasa Indonesia juga harus disertakan. Hal serupa berlaku apabila merek dagang yang ingin digunakan mengandung huruf selain huruf latin.

2. Permohonan Ditandatangani Pemohon Dengan Dilampiri Bukti Pembayaran Biaya

Dokumen permohonan hak merek dagang harus ditandatangani secara langsung oleh pemohon / pemilik merek dagang tersebut. Apabila pemohon sedang berhalangan untuk memberikan tandatangan maka dapat diwakilkan oleh kuasanya yang memiliki surat kuasa. Dokumen permohonan ini juga harus dilengkapi dengan bukti pembayaran biaya permohonan merek dagang (berupa kwitansi).

3. Permohonan Untuk Lebih dari Satu Kelas Barang/Jasa Dapat Digabung

Apabila merek yang ingin Anda daftarkan nantinya akan digunakan untuk dua kelas barang atua lebih maka pengajuan hak mereknya dapat dilakukan dalam satu permohonan sekaligus seperti yang telah diatur didalam peraturan pemerintah (Perpu). Semisal Anda memiliki merek dagang “Ambyar” untuk produk kacamata Anda. Maka Anda juga dapat memiliki hak merek “Ambyar” untuk produk Anda yang lain seperti topi, sarung tangan, dll selama belum ada yang menggunakan nama merek “Ambyar” di produk-produk tersebut. Anda bahkan juga berhak menggunakan merek “Ambyar” yang Anda punya untuk memberi nama dari jasa yang Anda jalankan seperti jasa pangkas rambut atau jasa cuci motor tentunya selama merek tersebut juga belum didaftarkan oleh orang lain di bidang jasa yang Anda inginkan.