Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba

D alam menjalankan bisnis waralaba, pemberi waralaba ataupun penerima waralaba wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Surat ini dapat diperoleh setelah pihak pemberi waralaba mendaftarkan prospek penawaran bisnis waralaba. Bagi penerima waralaba, surat pendaftaran waralaba diterima jika penerima waralaba telah mendaftarkan perjanjian waralaba.

Setelah menentukan strategi bisnis dan legalitas kegiatan usaha, pemberi waralaba harus membuat prospektus penawaran waralaba. Prospektus ini haruslah terdaftar dan akan ditawarkan kepada pihak penerima waralaba.  Pendaftaran prospektus tersebut merupakan syarat memperoleh STPW bagi pemberi waralaba. Pihak pemberi waralaba sebagau pemergang STPW berhak melakukan penawaran kepada para calon penerima bisnis waralaba.

Bila pihak pemberi dan penerima waralaba telah sepakat untuk menjalankan bisnis waralaba, kedua pihan harus membuat suatu perjanjian waralaba. Prospektus penawaran waralaba harus disampaikan kepada pihak penerima terhitung 14 hari sebelum penandatangan perjanjian usaha waralaba dilaksanakan. Jika penandatangan perjanjian telah dilakukan, penerima waralaba harus mendaftarkan perjanjian tersebut kepada Kementerian Perdagangan. Setelah perjanjian didaftarkan, maka penerima waralaba akan memperoleh STPW. STPW merupakan izin wajib agar penerima waralaba dapat menjalankan kegiatan usaha waralabanya.

Masa berlaku STPW adalah 5 tahun. Jika masa berlaku STPW berkahir tetapi perjanjian waralaba belum berakhir, STPW dapat diperpanjang untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Permohonan STPW dibubuhkan tanda tangan pemilik, pengurus atau penanggung jawab perushaan. STPW sendiri hanya dapat diperoleh setelah mengajukan surat permohonan. Surat tersebut diajukan dengan melampirkan dokumen-dokumen sesuai dengan persyaratan. Adapun dokumen-dokumen untuk memenuhi persayaratan permohonan adalah dokumen fotokopi beserta ditunjukan dokumen-dokumen aslinya.

STPW diterbitkan dalam jangka waktu 2 hari kerja setelah permohonannya diterima dan persyaratan dipenuhi dengan lengkap. Bila terdapat persayartan yang belum lengkap dan benar, maka pejabat yang berwenang berhak menolak penerbitan STPW yang diajukan. Pemohon yang telah ditolak pengajuannya dapat mengajukan ulang kembali untuk memenuhi kelengkapan persyaratan permohonan.

Sebelum STPW diterbitkan, pejabat yang berwenang menerbitkan STPW dapat meminta pihak pemohon untuk melakukan presentasi mengenai kegiatan usaha waralaba yang dijalaninya. Presentasi tersebut dilakukan di depan tim penilai dan hasil penilaian akan dijadikan rekomendasi penerbitan STPW.