Tips Membuat Surat Kuasa

K ontrak bisnis merupakan dokumen yang sangat penting dalam suatu bisnis. Dokumen ini merupakan dasar dari segala kegiatan bisnis yang dijalani, mengatur hak dan kewajiban para pihak yang terlibat didalamnya, bahkan juga jenis sanksi yang harus dikenakan apabila salah satu pihak melakukan pelanggaran. Oleh karena itulah kontrak bisnis harus ditandatangani oleh setiap pihak yang terlibat sebagai tanda persetujuannya atas perjanjian yang telah dibuat. Bahkan sebagian besar kontrak bisnis ditandatangani dengan materai sehingga memiliki kekuatan tertentu di mata hukum.

Namun adakalanya seorang pihak tidak dapat menandatangani dokumen kontrak tersebut secara langsung. Bisa jadi pada waktu ingin menandatangani kontrak pihak tersebut ternyata sedang di luar negeri, sedang sakit, atau mungkin tiba-tiba ada urusan mendadak yang tidak bisa ia tinggalkan. Padahal surat kontrak harus segera ditandatangani agar bisnis dapat segera dimulai. Maka dalam hal ini pihak tersebut dapat memberikan kuasa kepada pihak lain untuk menandatangani surat perjanjian atas nama dirinya. Tentunya penandatanganan ini harus melalui surat kuasa. Berikut kami berikan tips membuat surat kuasa yang bisa Anda terapkan dalam pembuatan surat kuasa jenis apapun. Tak hanya pada konteks menandatangani kontrak bisnis.

Perhatikan Subjek

Subjek dalam surat kuasa mencakup pihak yang memberi kuasa dan pihak yang menerima kuasa. Penulisan subjek ini harus jelas dalam artian mencakup identitasnya secara jelas dan terperinci. Terperinci disini maksudnya terdapat kejelasan mengenai siapa pihak tersebut secara struktural. Bisa dalam bentuk jabatan atau posisi tertentu.

Jelaskan Batas Kuasa

Dalam penulisan bagian isi surat kuasa seringkali kita hanya menuliskan kuasa yang diberikan seperti misalnya mengambil keputusan strategis terkait perusahaan selama pihak pemberi kuasa sedang berhalangan. Kuasa semacam ini kurang baik sebab tidak memiliki batasan yang jelas. Padahal batasan kuasa harus diperjelas dan dirincikan supaya penerima kuasa tidak bertindak diluar keinginan pemberi kuasa.

Sertakan Waktu

Surat kuasa biasanya juga tidak memuat keterangan rentang waktu kuasa tersebut berlaku. Sebagian orang merasa kuasa tersebut otomatis hilang apabila pihak pemberi kuasa telah dapat menjalankan kuasa itu lagi tanpa bantuan penerima kuasa. Nyatanya hal ini kurang tepat karena dapat membuka peluang penyelewengan kuasa. Oleh karena itulah sebaiknya dicantumkan rentang waktu pemberian kuasa mulai dari hari pertama berlaku hingga hari terakhirnya.

Gunakan Bantuan Notaril Jika Perlu

Apabila Anda menginginkan surat kuasa Anda memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna dan tidak dapat diganggu-gugat lagi maka sebaiknya Anda meminta bantuan notaril untuk pembuatan surat tersebut. Akan tetapi hal ini hanya perlu Anda lakukan jika Anda memang benar-benar membutuhkannya. Dalam hal penandatanganan kontrak transaksi barang biasanya sudah cukup dengan surat kuasa bermaterai.

Jangan Salah Memilih Penerima Kuasa

Memberikan kuasa kepada siapa memang merupakan hak Anda sepenuhnya sebagai pemberi kuasa. Akan tetapi sangat perlu untuk memperhatikan kapasitas pihak penerima kuasa sebelum memberinya kuasa. Apalagi untuk jenis kuasa yang memiliki risiko cukup tinggi. Anda tentu tidak bisa memberikan kuasa tersebut kepada sembarangan orang. Maka pilihlah pihak penerima kuasa yang jelas Anda yakini kemampuannya secara baik.